Banyak permasalahan hidup terjadi dikarenakan manusia kurang atau tidak
memahami masalah dimensi ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita
memahami ruang dan waktu; tiap bangsa, tiap suku dan tiap Agama
mempunyai caranya masing-masing. Orang yang tidak menyadari akan ruang
dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Kala, yaitu
sifat-sifat buruknya sang Batara Kala. Sedangkan orang yang telah
mempunyai kesadaran tentang ruang dan waktu, dalam perwayangan
digambarkan sebagai waktu Cakra, yaitu waktunya Sang Khrisna. Orang
Jawa yang belum menyadari akan ruang dan waktu maka dia perlu diruwat,
dengan cara menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Puncak
acaranya adalah pertempuran antara Batara Kala dengan Sri Batara
Khrisna, yang kemudian dimenangkan oleh Batara Khrisna dengan senjata
Cakra nya, artinya Buruk Waktu dikalahkan oleh Baik Waktu. Itulah betapa
orang Jawa/Indonesia/bangsa Timur menganggap pentingnya kesadaran
tentang RUANG dan WAKTU. Sebetulnya, ruang dan waktu adalah hidup itu
sendiri, dengan menyadarinya maka dia akan menyadari hidupnya. Jadi
dapat dikatakan bahwa mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu(Prof. Marsigit)
Banyak pelajaran hidup yang dapat kita peroleh dari cerita-cerita
rakyat, namun saat ini makna dari cerita rakyat yang sudah mulai di
tampilkan secara menarik melalui film modern sudah menghilangkan makna
sesungguhnya dari cerita tersebut dengan lebih banyak menampilakan sisi
hiburannya.
Saya Merupakan salah satu penngemar cerita rakyat
khususnya tentang Sri Khresna yang saat ini ditampilkan dalam cerita
Mahabarata.
Begitu banyak pelajaran hidup yang ditampilkan namun
intinya ingin mengajak kita untuk selalu menjunjung tinggi kebenaran dan
berjalan selalu pada kodrat yang ditentukan, Karena apapun yang terjadi
Kebenaran akan selalu berdiri meraih kemenangan atas kejahatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar