Sabtu, 27 September 2014

Sri Khresna

Banyak permasalahan hidup terjadi dikarenakan manusia kurang atau tidak memahami masalah dimensi ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita memahami ruang dan waktu; tiap bangsa, tiap suku dan tiap Agama mempunyai caranya masing-masing. Orang yang tidak menyadari akan ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Kala, yaitu sifat-sifat buruknya sang Batara Kala. Sedangkan orang yang telah mempunyai kesadaran tentang ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Cakra, yaitu waktunya Sang Khrisna. Orang Jawa yang belum menyadari akan ruang dan waktu maka dia perlu diruwat, dengan cara menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Puncak acaranya adalah pertempuran antara Batara Kala dengan Sri Batara Khrisna, yang kemudian dimenangkan oleh Batara Khrisna dengan senjata Cakra nya, artinya Buruk Waktu dikalahkan oleh Baik Waktu. Itulah betapa orang Jawa/Indonesia/bangsa Timur menganggap pentingnya kesadaran tentang RUANG dan WAKTU. Sebetulnya, ruang dan waktu adalah hidup itu sendiri, dengan menyadarinya maka dia akan menyadari hidupnya. Jadi dapat dikatakan bahwa mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu(Prof. Marsigit)

 
Banyak pelajaran hidup yang dapat kita peroleh dari cerita-cerita rakyat, namun saat ini makna dari cerita rakyat yang sudah mulai di tampilkan secara menarik melalui film modern sudah menghilangkan makna sesungguhnya dari cerita tersebut dengan lebih banyak menampilakan sisi hiburannya.

Saya Merupakan salah satu penngemar cerita rakyat khususnya tentang Sri Khresna yang saat ini ditampilkan dalam cerita Mahabarata.

Begitu banyak pelajaran hidup yang ditampilkan namun intinya ingin mengajak kita untuk selalu menjunjung tinggi kebenaran dan berjalan selalu pada kodrat yang ditentukan, Karena apapun yang terjadi Kebenaran akan selalu berdiri meraih kemenangan atas kejahatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar