Menggunakan cara mudah untuk mencapai sesuatu yang sulit merupakan hal yang tidak mudah untuk ditolak oleh manusia.
Menurut saya sebenarnya bukan orang lain yang memperbudak kita, namun kita sendirilah yang memperbudak diri kita sendiri.
Ketika
kita menginginkan sesuatu yang sulit namun berharap mencapainya dengan
mudah maka pada saat itulah kita memperbudak kemampuan kita, kita
mengurung, kita memasung kemampuan.
Kemalasan, kesenangan, kekuasaan itulah sebenarnya yang memperbudak kita.
Jadi jalanilah hidup dengan damai maka tidak ada hal apapun yan g dapat memperbudakmu
Damai itu indah, tidak ada nafsu, tidak ada keserakahan, tidak ada dendam, maka tenanglah jiwa dan raga.
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan,
bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah
kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah
menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga
kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan
kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya.
Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua
jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan.
Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan
diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli
tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah
menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor
manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan
yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas
diganti dengan yang kabur. Dst...(Prof. Marsigit)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar