Formal atau Normatif
Formal berarti resmi, sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku.
Normatif bermakna berpegang teguh pd norma; menurut norma atau kaidah yg berlaku
Dari kedua definisi tersebut terlihat bahwa formal dan normatif sama-sama berjalan pada garis yang ditentukan.
Formal dengan aturan resmi, sedangkan Normatif dengan aturan Norma
Menurut
saya aturan formal itu sebenarnya lahir untuk mendukung aturan normatif
yangt lebih dulu ada, atau bahasa lainnya memformalkan normatif.
Wahai para Normatif. Janganlah engkau mengaku sebagai normatif, jika
engkau tidak mampu melihatnya. Ketahuilah, begitu selesai aku bercerita,
maka selesai pulalah pertempuran itu. Lihatlah maka kita melihat disana
para Formal sudah kembali ke habitatnya masing-masing. Mereka telah
menyadari bahwa mereka juga memerlukan para Normatif. Mereka juga telah
menyadari bahwa mereka juga tidak serta merta bisa menihilkan keberadaan
Normatif. Sesungguhnya yang terjadi adalah, agar para Formal bisa
menjadi Normatif, maka semua Formal yang lain harus mendukungnya. Apakah
arti dari kalimatku yang terakhir itu. Itulah sebenar-benar makna
ontologis. Ontologis suatu hal tidaklah bisa dipaksakan, tetapi memaksa
sendiri itu adalah ontologis.(Prof Marsigit)
Jadi
sebenarnya perdebatan tentang yang formal menjadi normatif ataupun yang
normatif menjadi formal sebernanya tidak masalah, karena kedua-duanya
memiliki nilai yang sama hanya berbeda dalam konteks resmi tidak
resminya secara tertulis ataupun lisan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar