Kamis, 25 September 2014

FORMAL

Formal atau Normatif
Formal berarti resmi, sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku.
Normatif bermakna berpegang teguh pd norma; menurut norma atau kaidah yg berlaku

Dari kedua definisi tersebut terlihat bahwa formal dan normatif sama-sama berjalan pada garis yang ditentukan.
Formal dengan aturan resmi, sedangkan Normatif dengan aturan Norma

Menurut saya aturan formal itu sebenarnya lahir untuk mendukung aturan normatif yangt lebih dulu ada, atau bahasa lainnya memformalkan normatif.




Wahai para Normatif. Janganlah engkau mengaku sebagai normatif, jika engkau tidak mampu melihatnya. Ketahuilah, begitu selesai aku bercerita, maka selesai pulalah pertempuran itu. Lihatlah maka kita melihat disana para Formal sudah kembali ke habitatnya masing-masing. Mereka telah menyadari bahwa mereka juga memerlukan para Normatif. Mereka juga telah menyadari bahwa mereka juga tidak serta merta bisa menihilkan keberadaan Normatif. Sesungguhnya yang terjadi adalah, agar para Formal bisa menjadi Normatif, maka semua Formal yang lain harus mendukungnya. Apakah arti dari kalimatku yang terakhir itu. Itulah sebenar-benar makna ontologis. Ontologis suatu hal tidaklah bisa dipaksakan, tetapi memaksa sendiri itu adalah ontologis.(Prof Marsigit)

Jadi sebenarnya perdebatan tentang yang formal menjadi normatif ataupun yang normatif menjadi formal sebernanya tidak masalah, karena kedua-duanya memiliki nilai yang sama hanya berbeda dalam konteks resmi tidak resminya secara tertulis ataupun lisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar