Kamis, 25 September 2014

Kesempatan

Itulah sebenar-benar hakekat kesempatan, hakekat sifat dan hakekat kuasa. Sifat-sifat dari orang berkuasa adalah lain pula sifatnya dengan sifat-sifat orang yang tidak atau kurang berkuasa. Jikalau muridmu bicara dan kamu mendengarkan, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu bertanya dan engkau menjawab, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu berinisiatif dan engkau menunggu, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu melakukan kegiatan sementara engkau menontonnya, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya. Demikian seterusnya. Jadi sifat memberi kesempatan dan sifat menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisilinya, apakah dalam orang yang berkuasa atau dalam orang yang dikuasai. Ituykah usahamu menggapai kesempatan.(Prof. Marsigit)

Kesempatan selalu ada dalam hidup, namun kesempatan itu memberikan kita waktu yang terbatas untuk mengambilnya.

Ketika kita membiarkan kesempatan menunggu kita begitu lama, maka kesempatan itu akan beralaih dari kita dan mencari para pencari kesempatan yang lain yang memang betul-betul ingin meraihnya.

Seorang guru saat ini senantiasa dituntut untuk memberikan kesempatan kepada muridnya untuk berkembang ndan mengembangkan bakatnya.

Namun seperti yang diungkapkan semula bahwa kesempatan itu gak akan menunggu lama, ketika siswa diberi kesempatan maka gunakanlah kesempatan itu sebelum giuru mengambilnya kembali.

Jadi intinya kita memberi kesempatan namun yang diberi harus berusaha untuk meraihnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar