Itulah sebenar-benar hakekat kesempatan, hakekat sifat dan hakekat
kuasa. Sifat-sifat dari orang berkuasa adalah lain pula sifatnya dengan
sifat-sifat orang yang tidak atau kurang berkuasa. Jikalau muridmu
bicara dan kamu mendengarkan, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi
sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya.
Jikalau muridmu bertanya dan engkau menjawab, maka itu bukanlah muridmu
sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan
kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu berinisiatif dan engkau menunggu,
maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau
sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu melakukan
kegiatan sementara engkau menontonnya, maka itu bukanlah muridmu sedang
menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan
kepadanya. Demikian seterusnya. Jadi sifat memberi kesempatan dan sifat
menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisilinya, apakah
dalam orang yang berkuasa atau dalam orang yang dikuasai. Ituykah
usahamu menggapai kesempatan.(Prof. Marsigit)
Kesempatan selalu ada dalam hidup, namun kesempatan itu memberikan kita waktu yang terbatas untuk mengambilnya.
Ketika
kita membiarkan kesempatan menunggu kita begitu lama, maka kesempatan
itu akan beralaih dari kita dan mencari para pencari kesempatan yang
lain yang memang betul-betul ingin meraihnya.
Seorang guru saat
ini senantiasa dituntut untuk memberikan kesempatan kepada muridnya
untuk berkembang ndan mengembangkan bakatnya.
Namun seperti yang
diungkapkan semula bahwa kesempatan itu gak akan menunggu lama, ketika
siswa diberi kesempatan maka gunakanlah kesempatan itu sebelum giuru
mengambilnya kembali.
Jadi intinya kita memberi kesempatan namun yang diberi harus berusaha untuk meraihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar