aku adalah persepsi. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah
membuat persepsi yang benar atau persepsi yang salah. Padahal aku
sekedar persepsi. Menurutku persepsiku itu tidaklah dapat dikatakan
sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku
termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin
berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha
mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau
dengan persepsi-persepsiku, karena persepsiku itu sesungguhnya bukanlah
tentang persepsi benar dan bukanlah tentang persepsi salah(Prof. Marsigit)
Bukan benar dan bukan salah, trus apa dong?????
Itulah pertanyaan
yang muncul ketika membaca judul dari elegi ini, ketika kita mengatakan
itu bukan benar maka seharusnya pikiran kita mengarah ke yang lain
yaitu salah.
Dalam kehidupan semua hal bisa menjadi benar bisa juga menjadi salah tergantung bagaimana cara kita memahaminya.
tapi sebenar-benarnya yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah.
Ketika sesuatu yang kita anggap benar namun tidak yakin maka itu memang bukanlah benar karena kita sendiri menyalahkannya.
Jadi berpegang teguhlah pada pendirian, yakinlah pada kata hati, niscaya kita akan tahu mana yang benar dan mana yang salah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar