Para logos mempunyai kuasa untuk mengharapkan semua yang ada dan yang
mungin ada sebagai tidak berbeda. Sedangkan para kuasa akan sangat
tergoda menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan dunia ini tidak
berbeda, yaitu tidak berbeda dengan hidupnya dan kekuasaannya. Jika
engkau betul-betul melaksanakan harapanmu itu maka serta merta engkau
terancam oleh mitos-mitosmu sendiri. Sedangkan jika engkau betul-betul
melaksanakan kegiatanmu berusaha membuat tidak beda maka engkau itulah
sebenar-benar para mitos itu. Terutama hati-hatilah bagi para guru
terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak
berbeda. Jika engkau para guru mengharapkan para siswa-siswamu untuk
menjadi siswa-siswa yang tidak berbeda maka engkau terancam oleh
mitos-mitosmu. Apalagi jika engkau para guru telah melakukan usaha-usaha
atau ikhtiar-ikhtiar untuk mengusahakan agar para siswa-siswamu tidak
berbeda, maka dengan ini aku proklamasikan bahwa engkau para guru tidak
lain tidak bukan adalah mitos-mitos belaka yang siap menerkam dan
menelan bulat-bulat para siswa-siswamu sebagai korbannya.(Prof. Marsigit)
Beda itu Indah jika kita saling menghargai perbedaan itu.
Sebuah
pabrik sandal yang mencetak beberapa sandal pada sebuah wadah yang sama
dengan bahan yang sama nyatanya menghasilkan sandal yang memiliki
perbedaan meskipun sangat kecil perbedaannya.
Demikian juga
dengan manusia berasal dari Pencipta yang sama namun memiliki paras yang
berbeda, karakter serta keistimewaan tersendiri.
Mengapa harus berbeda???
menurut
saya karena dengan perbedaan itu maka setiap insan akan saling
membutuhkan satu sama lain. setiap insan akan membutuhkan sesuatu yang
berbeda dari insan yang lainnya
Seorang guru dalam menyatukan
perbedaan siswanya dituntut untuk tidak menghilangkan perbedaan tersebut
namun menjadikannyya sebagai kekayaan bagi semua siswa.
ayolah koment
BalasHapus