Kamis, 25 September 2014

Pikiran Jernih

dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.(blog. Powermathematic.blogspot.com)


Elegi menggapai pikirin Jernih

Jernih, ketika kita mendengar kata jerni, maka yang kita pikirkan biasanya adalah AIR.

Bagaimana menemukan pikiran yang jernih?

Kita andaikan saja bahwa pikiran kita itu adalah air, apa sih syratnya supaya air itu jerni? airnya tenang, wadahnya bersih, dan tidak mendapat kotoran dari luar.

Maka begitulah kita dapat membuat hati dan pikiran kita jernih. Kita dituntut untuk tenang, pikirin kita juga harus bersih dari hal-hal yang kotor, kemudian bagaimana kemampuan kita untuk menjaga hati dan pikiran dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang dapat menggangu kejernihan hati dan pikiran kita

2 komentar:

  1. Bagus..Bagus Pak Markius..
    Pikiran jernih merupakan sesuatu yang mungkin ada. Pernahkah kita melihat atau diperlihatkan pikiran jernih?. Pasti jawabannya belum. Karena selalu ada kontradiksi dalam diri jadi saya mengatakan tidak ada yang jernih.

    BalasHapus
  2. ya itulah filsafat nak.. jadi tdk usah dimasukin di hati ya

    BalasHapus