Kamis, 25 September 2014

HARMONI

Elegi menggapai harmoni

Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya(Prof. Marsigit)



Setiap orang mengharapkan dirinya mencapai harmoni.
harmoni merupakan pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.
Harmoni akan memberikan ketenangan dalam hidup kita.
Namun untuk mencapai harmoni maka kita sendiri harus berusaha untuk menciptakan kerserasian antara sikap, pikiran, aksi, hati dan kehendak kita.

 Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.


Jadi intinya berada pada kita kembali bagaiman kerelahan hati, pikiran, perasaan, sikap dan perbuatan kita bisa berjalan dengan selaras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar