Elegi menggapai harmoni
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada
porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni
itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan
bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya(Prof. Marsigit)
Setiap orang mengharapkan dirinya mencapai harmoni.
harmoni merupakan pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.
Harmoni akan memberikan ketenangan dalam hidup kita.
Namun
untuk mencapai harmoni maka kita sendiri harus berusaha untuk
menciptakan kerserasian antara sikap, pikiran, aksi, hati dan kehendak
kita.
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk
urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan
jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri
kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa
sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa
sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa
merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa
pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu
juga sakit.
Jadi intinya berada pada kita kembali bagaiman kerelahan
hati, pikiran, perasaan, sikap dan perbuatan kita bisa berjalan dengan
selaras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar