Refleksi kuliah filsafat dari Prof. Dr. Marsigit, M.A Kuliah
kedua tanggal 25 September 2014
Sebuah Pengantar Untuk Memahami MAKNA Filsafat
Elegi-elegi merupakan salah satu bahasa filsafat yang bisa membaca
sebagai langkah membangun filsafat masing-masing.
Filsafat bersifat personal, dari pola pikir sendiri, kita
dapat membangun filsafat sendiri dengan fasilitas dari belajar, membaca dan
membaca. Kita memposisikan diri masing-masing sesuai dengan ruang dan waktu.
Kita bebas mengartikan arti filsafat setelah kita mempunyai
pengalaman. Definisi diri mengenai filsafat bisa saja berbeda di awal kuliah,
di minggu pertengahan, ataupun di akhir perkuliahan.
Definisi filsafat hanya sama dalam hal definisi formalnya
saja, namun tidaklah berarti definisi tersebut jika tidak dipahami maknanya
yang berasal dari pribadi masing-masing.
Objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Metode
berfilsafat yaitu intensif dan ekstensif. Intensif adalah dalam sedalam
dalamnya, bersifat praktis. Ekstensif yaitu luas seluas-luasnya. Yang kita
anggap dalam bisa saja diperdalam oleh orang lain ataupun oleh diri kita
sendiri di waktu yang lain, yang kita anggap luas, namun dapat juga diperluas
lagi oleh orang lain atupun oelh diri sendiri di kesempatan yang lain.
Kompenen hidup adalah Vatal dan Vital, Vatal adalah
takdirnya dan Vital adalah ikthiarnya. Takdir mengikuti ikthiar. Apa yang kita
alami hari ini sudah ditakdirkan sebelumnya. Wajah bisa dalam bentuk suara,
tulisan, ataupun benda.
Alat berfilsafat menggunakan bahasa analog. Bahasa analog memiliki
kemampuan menebus ruang dan waktu yang merupakan kemampuan kita sebagai
manusia. Tidak ada satupun yang ada dan yang mingkin ada tidak menembus ruang
dan waktu. Jika salah satu unsur di tiadakan maka tidak akan ada kehidupan,
Ruang di tiadakan maka tidak ada kehidupan, waktu di tiadakan maka tidak akan
ada kehidupan.
Bahasa analog lebih tinggi dari bahasa kiasan,bahasa Mungkin
ada artinya sesuatu yang bisa ada namun juga bisa selamanya tidak akan pernah
ada. Misalnya alamat seseorang bisa saja kita ketahui, ataupun mungkin saja
tidak akan kita ketahui. Ilmu baru yang kita perooleh dalam suatu kelas, yang
ada atau mungkin ada. Ilmu tersebut bisa saja menjadi ada pada tiap murid
ataupun tidak untuk selamanya.
Tidak alasan untuk mensyukuri segala yang ada dan yang mungkin
ada. Batas pikiran manusia ada di dalam hati manusia. Ada dikatakan ada bila
dapat terlihat secara empiris. Diluar pikiran merupakan realisme, didalam
pikiran adalah idealisme.
Matematika idealnya ketika di dalam pikiran dan ketika
dituliskan akan memiliki pengertian yang berbeda-beda. Makna dari ruang dan
waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar