dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.(blog. Powermathematic.blogspot.com)
Elegi menggapai pikirin Jernih
Jernih, ketika kita mendengar kata jerni, maka yang kita pikirkan biasanya adalah AIR.
Bagaimana menemukan pikiran yang jernih?
Kita
andaikan saja bahwa pikiran kita itu adalah air, apa sih syratnya
supaya air itu jerni? airnya tenang, wadahnya bersih, dan tidak mendapat
kotoran dari luar.
Maka begitulah kita dapat membuat hati dan
pikiran kita jernih. Kita dituntut untuk tenang, pikirin kita juga harus
bersih dari hal-hal yang kotor, kemudian bagaimana kemampuan kita untuk
menjaga hati dan pikiran dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang
dapat menggangu kejernihan hati dan pikiran kita
Bagus..Bagus Pak Markius..
BalasHapusPikiran jernih merupakan sesuatu yang mungkin ada. Pernahkah kita melihat atau diperlihatkan pikiran jernih?. Pasti jawabannya belum. Karena selalu ada kontradiksi dalam diri jadi saya mengatakan tidak ada yang jernih.
ya itulah filsafat nak.. jadi tdk usah dimasukin di hati ya
BalasHapus