Terinsfirasi oleh Perkuliahan Filsafat Ilmu dari Prof. Marsigit,
M.A. hari kamis 16 oktober 2014
Harmoni ruang dan waktu. Sifat memiliki dimensi yang ada
dan yang mungkin ada. kita sendiri tidak
dapat menyebutkan semua sifat kita sendiri. Sifat kita dari satu sampai infinitif.
Apalah daya pikiranmu untuk mengungkapkan semua yang kita ketahui. Semua yang
kita pikirkan dapat kita refleksikan bagi semua yang ada dan yang mungkin ada,
hubungan dunia satu dengan dunia yang lain. Semua yang kita pikirkan dapat kita
refleksikan namun dengan memperhatikan ruang dan waktunya.
Spritual indonesia adalah ketuhanan yang maha esa. Indonesia
menempatkan konsep spritual pada tingkatan paling atas seperti pada sila nomor
satu pancasila. Kita dapat menempatkan komponen-komponen filsafat kita sesuai dengan filsafat kita.
Filsafat berbeda dengan fsikologi. Fsikologi merupakan
filsafat dengan perlakuaanya atau aksinya. Manusia hidup dibekali dengan
potensi vatal dan potensi vital. Potensi Vatal adalah mengikuti suratan
takdirnya dan mengikuti ikhtiarnya. Membaca takdir merupakan urusan dunia tergantung takdirnya.
Seseorang tidak bisa merubah takdirnya sesuai dengan keinginannya, karena
semuanya merupakan wadahnya. Filsafat penting untuk mengetahui semua yang ada
dan yang mungkin ada. Manusia merupakan
mahluk sempurna ciptaan Tuhan dalam ketidaksempurnaannya. Manusia memiliki
kemampuan seri buka paralel sehingga tidak mampu untuk mengungkapkan semua yang
ada dan mungkin tidak ada. keterbatasan dari manusia merupakan anugerah
sehingga manusia dapat menikmati hidupnya dalam ketidaksempurnaan tersebut. Hidup
itu berdimensi, memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung ruang dan waktu.
Pikiran yang kacau merupakan bentuk atau tanda bahwa pikiran
kita berfungsi, namun janganlah membiarkan hatimu kacau karena hati yang kacau
merupakan bentuk godaan setan. Intensifkan pikiran anda dengan maksimal dan
stop menggunakan pikiran anda. Prinsisp, dalil-dalil, teorema merupakan ilmu
pengetahuan yang bersifat intuisi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan .
membaca elegi dan memberikan tanggapan merupakan bentuk memperoleh ilmu
pengetahuan filsafat. Subyek merupaka dewa dari predikat, subyek merupakan dewa
dari sifatnya. Diri kita yang sekarang merupakan dewa dari kita yang lalu, dan
diri kita yang akan datang merupakan dewa dari diri kita dimasa yang akan
datang.
Ikhlas merupakan ranah hati. Sehebat-hebatnya pikiran tidak
akan bisa mengetahui renung hati. Keikhlasan
bukanlah sesuatu yang bisa kita pikirkan namun berhubungan dengan hati.
Pikiran dan hati yang bersih diperoleh dengan sesuai dengan
kodratnya dan sesuai dengan takdirnya. Kemudian mengetahui prinsipnya yaitu
sehebat-hebatnya pikiran tidak akan lebih hebat dari hati. Ilmu yang ada di
pikiran berhubungan dengan dunia, sedangkan ilmu spritual ada dalam hati. Pekerjaan
merupakan tesis, sintesis dan antitesis. Tesis adalah setiap yang ada dan yang
mingkin ada. diri kita adalah tesis, dan orang lain merupakan antitesis dan
hubungan antara tesis dan antitesis merupakan sintesis. Memberikan pernyataan tanpa
penjelasan merupakan sifat otoriter. Filsafat merupakan belajar menjelaskan
karena filsafat adalah penjelasan itu sendiri. Dalam pikiran niat untuk
melakukan sintesis, sesuai dengan ruang
dan waktunya, kemudian ruang dan waktunya dibatasi oleh etik dan estetika dalam
kerangka hatinya. Dalam hati dibingkai damai dibingkai dengan doa, tidak
mungkin manusia mencapai jernih tanpa pertolongan Tuhan.
Teologi bilangan adalah Esa yakni Tuhan. Sosial matematika
adalah hubungan antara orang. Apa yang dipikirkan merupakan subyektif karena
setiap pikiran orang berbeda, jika sama maka disebut pikiran obyektif. Untuk membuktikan
bahwa pikiran obyektif benar maka perlu diuji untuk direfisi jika masih
merupakan pikiran subyektif.
Bertanya bukan masalah sifat yang baik atau sifat yang tidak
baik. Seseorang dikenal dari pemikirannya. Baik atau buruknya berhubungan
dengan etik dan estetika yang terikat oleh ruang dan waktu. Belajar filsafat untuk membuat kita bisa
mengerti ruang dan waktu dengan berusaha mengetahui yang ada dan yang mungkin
ada.
Dunia isomorfis dengan pikiran. Pikiran antara orang yang
satu dengan pikiran orang lain saling isomorfis. Tak terhingga banyak hal
didunia ini yang tidak ada dalam pikiran
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar