Sabtu, 25 Oktober 2014

Mamfaat Berfilsafat

Terinsfirasi oleh  Perkuliahan Filsafat Ilmu dari Prof. Marsigit, M.A. hari kamis 16 oktober 2014

Harmoni ruang dan waktu. Sifat memiliki dimensi yang ada dan  yang mungkin ada. kita sendiri tidak dapat menyebutkan semua sifat kita sendiri. Sifat kita dari satu sampai infinitif. Apalah daya pikiranmu untuk mengungkapkan semua yang kita ketahui. Semua yang kita pikirkan dapat kita refleksikan  bagi semua yang ada dan yang mungkin ada, hubungan dunia satu dengan dunia yang lain. Semua yang kita pikirkan dapat kita refleksikan namun dengan memperhatikan ruang dan waktunya.

Spritual indonesia adalah ketuhanan yang maha esa. Indonesia menempatkan konsep spritual pada tingkatan paling atas seperti pada sila nomor satu pancasila. Kita dapat menempatkan komponen-komponen filsafat  kita sesuai dengan filsafat kita.

Filsafat berbeda dengan fsikologi. Fsikologi merupakan filsafat dengan perlakuaanya atau aksinya. Manusia hidup dibekali dengan potensi vatal dan potensi vital. Potensi Vatal adalah mengikuti suratan takdirnya dan mengikuti ikhtiarnya. Membaca  takdir merupakan urusan dunia tergantung takdirnya. Seseorang tidak bisa merubah takdirnya sesuai dengan keinginannya, karena semuanya merupakan wadahnya. Filsafat penting untuk mengetahui semua yang ada dan yang mungkin ada.  Manusia merupakan mahluk sempurna ciptaan Tuhan dalam ketidaksempurnaannya. Manusia memiliki kemampuan seri buka paralel sehingga tidak mampu untuk mengungkapkan semua yang ada dan mungkin tidak ada. keterbatasan dari manusia merupakan anugerah sehingga manusia dapat menikmati hidupnya dalam ketidaksempurnaan tersebut. Hidup itu berdimensi, memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung ruang dan waktu.

Pikiran yang kacau merupakan bentuk atau tanda bahwa pikiran kita berfungsi, namun janganlah membiarkan hatimu kacau karena hati yang kacau merupakan bentuk godaan setan. Intensifkan pikiran anda dengan maksimal dan stop menggunakan pikiran anda. Prinsisp, dalil-dalil, teorema merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat intuisi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan . membaca elegi dan memberikan tanggapan merupakan bentuk memperoleh ilmu pengetahuan filsafat. Subyek merupaka dewa dari predikat, subyek merupakan dewa dari sifatnya. Diri kita yang sekarang merupakan dewa dari kita yang lalu, dan diri kita yang akan datang merupakan dewa dari diri kita dimasa yang akan datang.

Ikhlas merupakan ranah hati. Sehebat-hebatnya pikiran tidak akan bisa mengetahui renung hati.  Keikhlasan bukanlah sesuatu yang bisa kita pikirkan namun berhubungan dengan hati.
Pikiran dan hati yang bersih diperoleh dengan sesuai dengan kodratnya dan sesuai dengan takdirnya. Kemudian mengetahui prinsipnya yaitu sehebat-hebatnya pikiran tidak akan lebih hebat dari hati. Ilmu yang ada di pikiran berhubungan dengan dunia, sedangkan ilmu spritual ada dalam hati. Pekerjaan merupakan tesis, sintesis dan antitesis. Tesis adalah setiap yang ada dan yang mingkin ada. diri kita adalah tesis, dan orang lain merupakan antitesis dan hubungan antara tesis dan antitesis merupakan sintesis. Memberikan pernyataan tanpa penjelasan merupakan sifat otoriter. Filsafat merupakan belajar menjelaskan karena filsafat adalah penjelasan itu sendiri. Dalam pikiran niat untuk melakukan sintesis,  sesuai dengan ruang dan waktunya, kemudian ruang dan waktunya dibatasi oleh etik dan estetika dalam kerangka hatinya. Dalam hati dibingkai damai dibingkai dengan doa, tidak mungkin manusia mencapai jernih tanpa pertolongan Tuhan.

Teologi bilangan adalah Esa yakni Tuhan. Sosial matematika adalah hubungan antara orang. Apa yang dipikirkan merupakan subyektif karena setiap pikiran orang berbeda, jika sama maka disebut pikiran obyektif. Untuk membuktikan bahwa pikiran obyektif benar maka perlu diuji untuk direfisi jika masih merupakan pikiran subyektif.

Bertanya bukan masalah sifat yang baik atau sifat yang tidak baik. Seseorang dikenal dari pemikirannya. Baik atau buruknya berhubungan dengan etik dan estetika yang terikat oleh ruang  dan waktu.  Belajar filsafat untuk membuat kita bisa mengerti ruang dan waktu dengan berusaha mengetahui yang ada dan yang mungkin ada.

Dunia isomorfis dengan pikiran. Pikiran antara orang yang satu dengan pikiran orang lain saling isomorfis. Tak terhingga banyak hal didunia ini yang  tidak ada dalam pikiran kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar