Jumat, 24 Oktober 2014
Problem Pendidikan Matematika Di Sekolah Dasar
Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa sekolah dasar? Siswa sekolah dasar memiliki kepribadian yang masih labil sehingga sangat penting membentuk atau mengasah kepribadian siswa pada usia tersebut . Matematika merupakan ilmu yang membentuk sikap kritis, kreatif dan penalaran yang kuat.Sehingga menurut saya sangatlah penting mengajarkan matematika bagi siswa sekolah dasar untuk membentuk kepribadian mereka menjadi individu yang kritis, kreatif dan memiliki daya nalar yang kuat.Dengan kepribadian seperti tersebut maka diharapkan kelak siswa tersebut dapat berkembang dengan baik untuk tingkatan pendidikan selanjutnya sehingga dapat bersaing di dunia kerja.
Bagaimana pandangan kita tentang prestasi matematika di Sekolah Dasar? Prestasi putra-putri indonesia di dunia dalam bidang matematika dan sains untuk saat ini sudah mendunia, dan bisa dibuktikan dengan selalu ikut berpartisipasinya putra-putri terbaik indonesia dalam olimpiade matematika dan sains, dan lumayan selalu berhasil mendapatkan medali emas.Untuk saat ini siswa sekolah dasar juga sudah mulai berpartisipasi dalam even-even internasional di bidang matematika namun belum semengkilat tingkatan sekolah lanjutan atas ataupun perguruan tinggi.Untuk itu perlu usaha yang lebih keras lagi untuk meningkatkan prestasi matematika siswa sekolah dasar, namun menurut saya matematika di sekolah dasar hanyalah pada pemahaman konsep terlebih dahulu bukanlah pada prestasi.
Apakah pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral. Matematika memiliki prinsip kepastian dan ketetapan. Dalam matematika menekankan pada kepastian dari ilmu yang dipelajari, dimana semua yang dipelajari dapat dibuktikan dengan jelas sehingga tidak ada keragu-raguan pada setiap materi matematika. Matematika juga bersifat tetap pada setiap materi yang terkandung didalamnya, untuk ruang yang berbeda dan waktu yang berbeda konsep matematika tersebut tetap sama.Dari konsep matematika yang pasti dan tetap tersebut menurut saya dapat menjadi pesan moral bagi siswa bagaimana membentuk diri menjadi pribadi yang disiplin, jujur dan berpendirian kuat. Sikap seperti ini menurut saya sangat bagus bagi seorang siswa sekolah dasar bagi perkembangan moralnya
Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika. Dalam pembelajaran matematika ada berbagai masalah yang dapat diselesaikan dengan berbagai cara yang berbeda namun menghasilkan penyelesaian yang sama dan benar menurut hasilnya. Sekarang ini begitu banyak bermunculan buku-buku yang menyajikan trik atau cara mudah dan cepat untuk menyelesaikan persoalan matematika. Selain itu juga saat ini lembaga-lembaga bimbingan menewarkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dengan cara-cara cepat dalam membahas persoalan matematika. Hala ini menyebabkan munculnya tuntutan dari siswa supaya disekolah metode seperti ini juga dilaksanakan untuk membuat pemeblajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain itu para guru juga berusaha untuk ikut menggunakan trik seperti ini agar lebih mempermudah dalam mengajarkan pemeblajaran dikelas.Menurut saya menanggapai fenomena tersebut sebaiknya lebih cerdik menanggapinya, sebaiknya dalam pembelajaran matematika tetap menggunakan metode yang biasa untuk memperdalam materi, kemudian bisa ditambahkan menggunakan cara-cara cepat setelah siswanya sudah bisa dan memahami metode yang biasa.
Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di sekolah dasar metode penemuan sebagai prosedur pembelajaran yang mempunyai tekanan siswa berlatih cakap mencapai tujuan dan siswa aktif mengadakan percobaan atau penemuan sendiri sebelum membuat kesimpulan dari yang dipelajari. Dengan demikian, materi yang akan dipelajari siswa tidak disajikan dalam bentuk final. Siswa harus melakukan aktivitas mental yang mungkin melibatkan aktivitas fisik dalam upaya memperoleh pemahaman pada materi tertentu. Selama proses penemuan, siswa memanipulasi, membuat struktur, dan mentransfer informasi sehingga menemukan informasi baru yang berupa konjekture, hipotesis, atau kebenaran matematika.Siswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan karena dapat menyebabkan frustasi bagi siswa dan juga pemeblajaran menjadi tidak efisien dalam hal waktu karena dibutuhkan waktu yang lama untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan.
Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar metematika dengan baikKhususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking) Mengembangkan kemampuan matematika siswa bukanlah hal yang sederhana. Pertama siswa harus memiliki kemauan untuk belajar matematika terlebih dahulu, kemudian memberikan motivasi mengenai pentingnya matematika bagi siswa.Kemampuan matematika siswa dapat dikembangkan dengan memberikan latihan yang rutin bagi siswa untuk menyelesaikan soal-soal matematika sehingga siswa terbiasa yang secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika siswa.
Apa sebenarnya hakekat matematika yang dipelajari di sekolah dasar Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologimodern yang mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikirmanusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa inidilandasi oleh perkembangan matematika khususnya di bidang teori bilangan, aljabar,analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologidi masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Untuk itu diperlukanpemahaman yang mendasar tentang fungsi dan tujuan pembelajaran matematika khususnyadi Sekolah Dasar yang akan mendasari perkembangan pemahaman anak terhadap matematikaselanjutnya.Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) mata pelajaran Matematikaperlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar. Hal ini dimaksudkanuntuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis,dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didikdapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untukbertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selain itudimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalampemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol,tabel, diagram, dan media lain. Hal senada juga disampaikan oleh Muijs & Reynolds (2008)bahwa matematika merupakan “kendaraan” utama untuk mengembangkan kemampuanberpikir logis dan ketrampilan kognitif yang lebih tinggi pada anak-anak.Menurut Badan Standart Nasional Pendidikan (2006) menyatakan bahwa tujuanpembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) adalah untuk:a) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep danmengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalampemecahan masalahb) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalammembuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataanmatematikac) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang modelmatematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperolehd) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untukmemperjelas keadaan atau masalah.e) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasaingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet danpercaya diri dalam pemecahan masalah.Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI akan membahas materiyang meliputi aspek-aspek tentang; bilangan, geometri dan pengukuran, pengolahan data.Untuk Standart Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
Bagaimana memfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika di sekolah dasar. Karakter, latar belakang dan pengetahuan setiap siswa pastilah berbeda, dan karena perbedaan inilah makanya pembelajaran bisa menjadi lebih hidup dan menarik. Dalam menghadapi berbagai latar belakang siswa yang berbeda sudah menjadi keharusan bagi guru untuk lebih pekah dalam menghargai berbagai keberagaman tersebut dengan berusaha mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa. Diharapkan guru dapat menjamin keadilan dan saling menghargai keberagaman yang ada.Selain itu setiap siswa pastilah memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang cepat dalam memahami materi, ada yang lambat serta ada pula yang sedang. Dalam manghadafi hal semacam ini guru hendaknya mampu mengakomodir setiap kemampuan tersebut dengan tidak merugikan salah satu pihak. Misalnya dengan mengembangkan masyarakat belajar sehingga bisa terjadi transfer ilmu dari siswa yang memilki kemampuan bagus kepada siswa yang kemampuannya kurang.
Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit. Matematika merupakan ilmu abstrak sehingga memerlukan ketelitian dalam pembelajarannya. Bagi sebagian orang matematika itu menjadi mata pelajaran yang menjadi momok menakutkan karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan penuh dengan perhitungan dan rumus-rumus. Bagi siswa sekolah dasar kesulitan dalam melakukan perhitungan menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang dirasakan paling sulit. Untuk menghadapi persepsi tersebut menurut saya guru harus berusaha membelajarkan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Dalam pembelajaran alangkah bagusnya kalau dimulai dari materi yang sangat mudah sehingga menarik perhatian siswa. Setelah siswa sudah terbiasa dengan materi yang mudah siswa akan mulai merasakan bahwa matematika itu mudah, barulah setelah itu perlahan perlahan guru memberikan persoalan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di sekolah dasar misalnya tentang pembelajaran pecahan. Secara garis besar PMRI atau RME adalah suatu teori pembelajaran yang telah dikembangkan khusus untuk matematika. Konsep matematika realistik ini sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar.Materi pecahan merupakan salah satu materi di sekolah dasar yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam pemecahan masalahnya. Siswa sulit dalam memahami bentuk dari pecahan. Sehingga dengan menggunakan PMRI guru dapat membawa siswa pada masalh kehidupan sehari hari yang berkaitan dengan pecahan sehingga makna dari pecahan dapat dipahami oleh siswa. Selain itu guru juga dapat menyajikan pecahan dengan membentuk alat peraga sehingga siswa bisa langsung melihat bagaiman konsep dari pecahan tersebut. Dengan pendekatan PMRI ini diharapkan siswa dapat memahami konsep pecahan.
Kreativitas apa saja yang diperlukan siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika. Kreativitas merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu kreativitas yang diperlukan oleh siswa sekolah dasar adalah perhitungan dengan menggunakan berbagai metode. Matematika sekolah dasar umumnya lebih banyak menyangkut masalah perhitungan sehingga siswa harus memiliki kemampuan dalam perhitungan ini untuk menunjang pemahaman pada materi-materi yang lain yang tentu saja membutuhkan perhitungan.
Apa perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni. Matematika merupakan ilmu pasti sehingga digunakan dimanapun dan waktu kapanpun tetap sama baik konsep maupun penerapannya.Menurut saya perbedaan mendasar yang membedakan antara matematika sekolah dengan matematika murni terletak pada pemamfaatannya. Matematika sekolah lebih menekankan matematika yang bisa secara langsung dipahami oleh siswa pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sehingga kurang memperhatikan pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang dimaksud berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di sekolah dasar Dalam matematika, kata logis erat kaitannya dengan penggunaan aturan logika.Poedjawijatna (1992) mengatakan bahwa orang yang berpikir logis akan taat pada aturan logika. Logika berasal dari kata Yunani Logos, yang berarti ucapan, kata, dan pengertian. Logika sering juga disebut penalaran. Dalam logika dibutuhkan aturan-aturan atau patokan-patokan yang harus diperhatikan untuk dapat berpikir dengan tepat, teliti, dan teratur sehingga diperoleh suatu kebenaran. Dengan demikian berpikir logis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan berpikir untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu . membelajarkan matematika bagi siswa di sekolah dasar menurut saya merupakan cara yang tepat untuk mengajarkan siswa cara berpikir logis. Semakin mendalam siswa mempelajari matematika maka siswa tersebut akan semakin kuat kemampuan berpikir logisnya.
Bagaimana perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di luar negeri dan di Indonesia. Banyak problema dan ketidakpuasan diseputar persoalan pendidikan , tetapi sebagai bangsa yang besar dan sudah tua mereka sangat berpengalaman dalam memberikan respon yang cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi. Karakter ini sudah menjadi budaya diluar negeri yang perlu kita pelajari untuk kita ambil manfaat.Menurut saya perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di indonesia jika dibandingkan diluar negeri terletak pada materi yang dipelajari dan fasilitas penunjang pemeblajaran matematika.Diluar negeri materi matematika yang dipelajari sudah setingkat diatas materi yang dipelajari siswa sekolah dasar di indonesia. Demikian juga dengan fasilitas penunjang untuk memperlancar pembelajaran matematika, diluar negeri khususnya di negara maju fasiltas penunjang sudah lengkap sehingga dapat mempercepat pemahaman dari siswa sekolah dasar, dibandingkan di Indonesia yang masih terbatas.
Apa benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Matematika sebagai ilmu yang menekankan pada kreativitas merupakan salah satu bentuk seni dari matematika. Dalam matematika mengajarkan kepada siswa bagaimana melatih kreativitas dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu maka dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar guru juga diharapkan kreatif sehingga siswanya juga bisa menjadi lebih kreatif. Menerapkan berbagai jenis metode pengajaran dalam pembelajaran matematika sehingga menarik perhatian siswa seperti sebuah karya seni.
Apakah taksonomi bloom relevan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, jika relevan maka jelaskanlah Taksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarkhi klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. Istilah ini kemudi an digunakan oleh Benjamin Samuel Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan yang melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam proses pembelajarantujuan pendidikan ini oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah Kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, danketerampilan berpikir. Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, minat, motivasi, dan sikap. Sedangkan ranah Psikomotorik berisi perilaku yang menekankan fungsi manipulatif dan keterampilan motorik / kemampuan fisik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan), (2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraian atau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian).Dari penjelasan diatas maka menurut saya relevan untuk menerapkan taksonomi bloom pada pembelajaran matematika siswa sekolah dasar. Karena matematika juga memerlukan ketiga aspek yang menjadi tujuan dari taksonomi bloom yakni kognitif, afektif dan psikomotorik yang jika ketiga aspek ini dapat dikembangkan pada siswa sekolah dasar maka akan sangat membantu siswa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar