Jumat, 24 Oktober 2014

Ruang dan Waktu Filsafat

Terinsfirasi oleh perkuliahan filsafat ilmu dari Prof. Marsigit, M.A
Hari rabu, 2 oktober 2014

 Mamfaat bertanya kepada orang lain yakni sebagai silahturami,untuk  mengerti pikiran orang, serta memicu pemahaman orang lain. Menghilangkan ego dengan dengan memberi pertanyaan untuk memperlihatkan bahwa kita belum mengerti apa-apa. Mempelajari sesuatu harus dengan ikhlas.

Masalah muncul karena aku tidak sama dengan aku. Dunia terikat oleh ruang dan waktu. Hubungan antara subyek dan predikat. Semua yang ada didunia tidak akan pernah mencapai subyek sama dengan subyek. Predikat selalu termuat dalam subyeknya. Predikat merupakan sifat, sifat dari subyek dan sifat dari obyek serta sifat dari pada sifat. Sifat bersifat implisit dan eksplisit. Subyek yang tidak sama dengan subyek itulah sebagai masalah, namun hidup ada karena adanya masalah. Sebenar-benarnya hidup adalah masalah itu sendiri. Karena itu semua harus sesuai dengan ruang dan waktunya.

Dunia berdimensi dan berstruktur. Formal merupakan bentuk resmi, atau aturan, sedangkan normatif merupakan filsafat. Ruang dari filsafat yakni material, normatif, formal dan spritual. Ibadah dari segi normatif yakni bagaimana filsafat kita tentang ibadah, formal dari ibadah yakni kitab-kitab sedangkan materialnya yakni rumah ibadah. Filsafat adalah etik dan estetika. Segala sesuatu menembus ruang dan waktu. Sebenar-benarnya hidup adalah menembus ruang dan waktu.

Bahagia adalah etik dan estetika.  Budaya timur ruangnya adalah mencapai kesempurnaan dalam spritual. Budaya barat mencari Tuhan hanya dalam pikirannya. Bahagia diperoleh jika harmoni ruang dan waktunya. Harmoni adalah keselarasan antara setiap elemen.

Intuisi adalah tingkatan dari insting. Intuisi ruang dan waktu adalah intusi yang terbaik. Insting merupakan bawaan dan memiliki keterbatasan. Intuisi lahir dalam pergaulan dan pengalaman.
Suatu ilmu spritual merupakan pengalaman pribadi yang hanya digunakan untuk diri sendiri, adapun kalau memiliki mamfaat bagi orang lain maka itu merupakan hak bagi setiap insan untuk menerima atau tidak. Pengetahuan itu harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Doa merupakan hal pribadi setiap individu, dan tidaklah dipikirkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar