a.
Pengertian Metode Inquiry
Secara itimologi inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau
terlibat, dalam mengajuhkan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan
melakukan penyelidikan.
Piaget
memberikan definisi pendekatan Inquiry sebagai pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi siswa untuk melakukan eksperimen
sendiri. Mengajukan pertayaan-pertayaan dan mencari sendiri jawaban atas
pertayaan yang mereka ajukan (Piaget dalam Sofan dan Iif, 2010: 103).
Metode inkuiri yang didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,
dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh
percaya diri (M. Gellu dalam Sofan dan Lif, 2010: 103).
Metode
inkuiri adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta
didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru (Mulyani
Sumantri, 1999: 164).
Inqury dalam
bahasa Indonesia berarti
penemuan. Menurut Sund
(dalam Suryobroto, 2002:193) dinyatakan bahwa metode penemuan adalah
proses mental dimana siswa
mengasimilasikan sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut
misalnya: mengamati, menggolong -golongkan, membuat dugaan, menjelaskan,
mengukur, membuat kesimpulan,
dan sebagainya. Yang dimaksud konsep
misalnya: segitiga, demokrasi,
panas, energi, dan
sebagainya.
Sedangkan
prinsip misalnya: logam apabila dipanasi mengembang, lingkungan berpengaruh
terhadap kehidupan organisme, dan sebagainya.
Kuslan dan Stone
(Dahar dan Liliasari 1986, dalam Iskandar, 1996/1997:68) mendefinisikan
“pendekatan inkuiri sebagai pengajaran dimana guru dan murid mempelajari
peristiwa-peristiwa ilmiah dengan pendekatan dan jiwa para ilmuan”
Hinrichsen juga
menambahkan bahwa (1999) inkuiri mengandung dua makna utama yaitu inkuiri
sebagai inti dari usaha ilmiah dan inkuiri sebagai strategi untuk belajar
mengajar IPA, sebagai strategi mengajar IPA inkuiri merupakan metode yang
mengharuskan siswa untuk mengkonstruk sendiri pengetahuannya melalui pertanyaan
mereka tentang suatu hal, kemudian merencanakan dan melakukan investigasi untuk
menjawab pertanyaan tersebut, melakukan analisis dan mengkomunikasikan hasil
penemuan mereka
Menurut kourilsky metode inkuiri merupakan suatu kegiatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa secara berkelompok mencari
suatu jawaban atau solusi penyelesaian dari pertanyaan-pertanyaan atau masalah
yang diberikan melalui prosedur yang telah digariskan secara jelas dan
struktural kelompok.
Berdasarkan beberapa
pendapat para ahli yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa metode inkuiri adalah metode yang memberi kesempatan kepada
siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui percobaan
maupun eksperimen sehingga melatih siswa berkreativitas dan berpikir kritis
untuk menemukan sendiri suatu pengetahuan yang pada akhirnya mampu menggunakan
pengetahuannya tersebut dalam memecahkan masalah yang dihadapi
b. Prinsip-prinsip pendekatan Inkuiry
Dalam penggunaan pembelajaran inkuiri terdapat
beberapa prinsip yang harus
diperhatikan oleh setiap guru, diantaranya :
1) Berorientasi pada Pengembangan
Intelektual.
Tujuan
utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Tidak
sebatas penguasaan materi tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan
menemukan sesuatu.
2) Prinsip Interaksi.
Guru
tidak menempatkan diri sebagai sumber belajar tetapi sebagai pengatur interaksi
agar siswa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
3) Prinsip Bertanya.
Guru
berperan sebagai penanya karena kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan
merupakan sebagian dari proses berpikir.
4) Prinsip Belajar untuk Berpikir.
Belajar
bukan sekedar mengingat sejumlah fakta tetapi proses berpikir (learning how to think), yakni proses
mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan, baik otak
reptile, otak limbic, maupun otak neokortek.
5) Prinsip Keterbukaan.
Tugas
guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa
mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang
dianjurkannya.
Gellu menyatakan, bahwa kemampuan
yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:
1.
Mengajukan
pertanyaan atau permasalahan.
Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan
2.
Merumuskan
Hipotesi. Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan untuk solusi
permasalahan yang dapat diuji dengan data.
3.
Mengumpulkan Data. Hipotesis digunakan untuk
menuntun proses pengumpulan data
4.
Analisis
Data. Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah diperoleh
5.
Membuat
kesimpulan Langkah terahir dari
pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang
diperoleh siswa (Gellu dalam Trianto, 2007: 138).
Sedangkan asumsi-asumsi yang
mendasari metode inquiri adalah sebagai berikut:
1)
Keterampilan berpikir kritis dan
berpikir dedukatif sangat diperlukan pada waktu mengumpulkan evidensi yang
dihubungkan dengan hipotesis yang telah dirumuskan oleh kelompok
2)
Keuntungan para siswa dari
pengalaman-pengalaman kelompok di mana mereka berkomunikasi, berbagai tanggung
jawab dan bersama-sama mencari pengetahuan
3)
Kegiatan-kegiatan belajar yang disajikan
dalam semangat berbagi inquri menambah motivasi dan memajukan partisipasi aktif
(Hamalik, 2003 : 64)
Syarat-syarat
Penerapan Metode Inquiri, Adapun syarat-syarat penerapan metode inquiri adalah
:
1) Merumuskan
topik inquiri dengan jelas dan bermanfaat bagi siswa
2) Membentuk
kelompok yang seimbangn, baik akademik maupun sosial
3) Menjelaskan
tugas dan menyediakan balikan kepada kelompok-kelompok dengan cara yang
responsif dan tepat waktunya
4) Sekali-kal
perlu intervensi oleh guru agar terjadi interaksi antarpribadi yang sehat dan
demi kemajuan tugas
5) Melaksanakan
penilaian terhadap kelompok, baik terhadap kemajuan kelompok maupun terhadap
hasil-hasil yang dicapai (Hamalik, 2004 : 65).
Sedangkan
menurut pendapat Sudjana (2004 : 155) dalam menerapkan metode inquiri ada
beberapa tahapan yaitu:
1) Perumusan
masalah untuk dipecahkan siswa
2) Menetapkan
jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis
3) Siswa
mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau
hipotesis.
4) Menarik
kesimpulan jawaban atau generalisasi
5) Mengaflikasikan
kesimpulan/generalissi dalam situasi baru.
c.
Langkah-langkah pembelajaran
Dalam website
inquiry page UIUC (copyright 1998-2004 inquiry page version 1.35)
dinyatakan bahwa proses inkuiri dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan
melalui 5 tahap seperti disajikan pada gambar 1 berikut :
Gambar
diatas menyatakan bahwa tahapan inkuiri terdiri dari 5 tahap yaitu fase
bertanya (Ask), fase penyelidikan (investigate), menghasilkan (create), diskusi (discuss), dan refleksi (reflect).
Setiap langkah dalam proses ini secara alami
mendorong munculnya pertanyaan baru, investigasi, dan peluang untuk “teachable moments”. Sintaks proses
inkuiri disajikan pada tabel 2.1 berikut :
|
Tahapan
Proses Inkuiri
|
|
Ask
Berkeinginan
untuk menemukan sesuatu. Mulai bertanya tentang apa yang hendak diketahui.
(yang menjadi fokus pada tahap ini adalah munculnya pertanyaan atau masalah).
Mulai untuk menggambarkan dan menguraikan apa artinya.
|
|
Investigate
Apa yang dipikirkannya itu
diwujudkan dalam tindakan.
Mulai untuk mengumpulkan
informasi, meneliti, mempelajari, bereksperimen, dan mengobservasi (langkah
mengumpulkan informasi menjadi suatu proses memotivasi diri yang secara
keseluruhan dimiliki oleh siswa yang terlibat).
|
|
Create
Informasi yang telah didapat, pada
tahap ini digabungkan. Siswa mulai membuat hubungan. (kemampuan pada tahap
ini adalah untuk mensintesis pemahaman yang merupakan percikan kekreatifan
yang membentuk semua pengetahuan baru). Melakukan
tugas yang kreatif membentuk pemahaman baru, gagasan, dan teori yang
signifikan diluar pengalaman utamanya.
|
|
Discuss
Mulai
berbagi gagasan baru mereka dengan orang lain. Mulai untuk bertanya pada yang lain tentang investigasi
dan pengalaman mereka sendiri. (bertukar pikiran, mendiskusikan kesimpulan,
dan berbagai pengalaman merupakan semua contoh tindakan dalam proses ini).
|
|
Reflect
Menggunakan
waktunya untuk melihat kembali permasalahan awal atau permasalahan baru.Pada
tahap ini memungkinkan untuk kembali pada tahap 1 dan selanjutnya hingga
didapatkan penyelesaian yang lebih berarti.
|
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri
adalah sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi dan merumuskan
masalah, rumusan masalah merupakan
arah yang dicapai dalam pembelajaran. Perumusan masalah harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam
pembelajaran IPA
2) Merumuskan Hipotesis : Dilakukan
dengan diskusi dan harus sesuai dengan kemampuan siswa.
3) Mengumpulkan, mengolah dan
menganalisis data, siswa tentu harus mencari bukti-buktinya dengan arahan guru
dan sumber-sumber harus relevan
4) Menguji hipotesis : Data yang sudah
dianalisis kemudian disimpulkan dengan mengkaji hipotesis yaitu benar atau
salah. Bila dianggap hipotesisnya kurang tepat, maka langkah ini dapat
digunakan untuk merefisi rumus masalah hipotesis, bila perlu mengulang langkah
ketiga.
5) Merumuskan alternatif-alternatif
pemecahan masalah. Apabila rumusan hipotesis sudah jelas, dan kalau sudah
terkumpul, siswa dibimbing untuk merumuskan alternatif pemecahan masalah
6) Menetapkan pemecahan masalah tentu
saja dengan bimbingan guru
Dalam penerapannya
di bidang pendidikan, ada beberapa jenis metode inkuiri. Sebagaimana yang
dikemukakan oleh Sund and Trowbridge (Mulyasa,2006:109) bahwa
Jenis-jenis metode inkuiri adalah sebagai berikut:
Jenis-jenis metode inkuiri adalah sebagai berikut:
1)
Inkuiri terpimpin (Guide inquiry)
Inkuiri terpimpin digunakan terutama bagi siswa yang belum mempunyai pengalaman belajar dengan metode inkuiri. Dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru dan para siswa tidak merumuskan permasalahan.
Inkuiri terpimpin digunakan terutama bagi siswa yang belum mempunyai pengalaman belajar dengan metode inkuiri. Dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar perencanaan dibuat oleh guru dan para siswa tidak merumuskan permasalahan.
2)
Inkuiri bebas
(Free inkuiry).
Pada inkuiri bebas siswa melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Pada pengajaran ini, siswa harus dapat mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diselidiki. Metodenya adalah inquiry role approach yang melibatkan siswa dalam kelompok tertentu, setiap anggota kelmpok tugas memiliki tugas sebagai, misalnya koordinator kelompok, pembimbing teknis, pencatatan data, dan pengevaluasi proses.
Pada inkuiri bebas siswa melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan. Pada pengajaran ini, siswa harus dapat mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diselidiki. Metodenya adalah inquiry role approach yang melibatkan siswa dalam kelompok tertentu, setiap anggota kelmpok tugas memiliki tugas sebagai, misalnya koordinator kelompok, pembimbing teknis, pencatatan data, dan pengevaluasi proses.
3)
Inkuiri bebas yang dimodifikasi (Modified free inquiry)
Pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan atau problem dan kemudian siswa diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian.
Pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan atau problem dan kemudian siswa diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian.
d.
Kelebihan dan Kekurangan
Beberapa
kelebihan dan kelemahan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut
Kelebihan metode inkuiri:
1) Siswa ikut berpartisipasi secara
aktif di dalam kegiatan belajarnya, sebab metode inkuiri menekankan pada proses
pengolahan informasi pada peserta didik
2) Siswa benar-benar dapat
memahami suatu konsep dan rumus, sebab siswa menemukan sendiri proses untuk
mendapatkan konsep atau rumus tersebut.
3) Metode ini memungkinkan sikap ilmiah
dan menimbulkan semangat ingin tahu para siswa.
4) Dengan menemukan sendiri siswa
merasa sangat puas dengan demikian kepuasan mental sebagai nilai intrinsik
siswa terpenuhi.
5) Guru tetap memiliki kontak pribadi
6) Penemuan yang diperoleh peserta
didik dapat menjadi kepemilikan yang sangat sulit dilupakan.
Kelemahan
Metode Inkuiri menurut Fat Hurrahman (2008) adalah:
1) Persiapan dan pelaksanaannya memakan
waktu yang cukup lama.
2) Metode ini tidak efektif bila tidak
ditunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan.
3) Sukar dilaksanakan bila siswa belum
matang kemampuan untuk melaksanakannya
Bruner (Amin,
1987:133), seorang psiklog dari Harvard University di Amerika Serikat
menyatakan beberapa keuntungan metode inkuiri sebagai berikut :
1) Siswa akan memahami konsep-konsep
dasar dan ide-ide lebih baik.
2) Membantu dalam menggunakan daya
ingat dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru.
3) Mendorong siswa untuk berpikir
inisiatif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
4) Mendorong siswa untuk berpikir dan
bekerja atas inisiatifnya sendiri.
5) Memberikan kepuasan yang bersifat
intrinsic.
6) Situasi proses belajar menjadi lebih
merangsang.
7) Pengajaran berubah dari
“teacher-centered” menjadi “student centered”
8) Dapat membentuk dan mengembangkan
konsep diri (self concept)
9) Tingkat pengharapan bertambah.
10) Dapat meningkatkan bakat kemampuan
individu.
11) Dapat menghindarkan siswa dari
cara-cara belajar tradisional (menghafal)
12) Memberikan waktu bagi siswa untuk
mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.
13) Menekankan kepada pengembangan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran lebih
bermakna.
14) Memberikan ruang kepada siswa untuk
belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
15) Sesuai dengan perkembangan psikologi
belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku
berkat adanya pengalaman.
16) Dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan
belajar yang bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
Sebagai suatu
strategi yang baru, dalam penerapannya Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
terdapat beberapa kesulitan diantaranya :
1) SPI merupakan strategi pembelajaran
yang menekankan kepada proses berpikir yang berstandarkan dua sayap yang sama
penting, yaitu proses belajar dan hasil belajar. Selama ini guru sudah terbiasa
dengan pola pembelajaran konvensional yang lebih menekankan pada penyampaian
informasi sehingga sulit untuk mengubahnya
2) Sejak lama tertanam dalam budaya
belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari
guru sehingga bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama. Dengan
demikian sulit untuk mengubah cara belajar mereka sebagai proses berpikir.
Akibatnya mereka akan mengalami kesulitan manakala diajak memecahkan suatu
persoalan, disuruh bertanya dan menjawab pertanyaan.
Berhubungan dengan sistem pendidikan kita yang
dianggap tidak konsisten. Sistem pendidikan menganjurkan agar proses
pembelajaran lebih mengarahkan pada cara belajar siswa aktif, tetapi sistem
evaluasi masih berorientasi pada pengembangan aspek kognitif saja. Dengan
demikian guru sebagai pelaksana di lapangan mengalami kebingungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar