Banyak permasalahan hidup terjadi dikarenakan manusia kurang atau tidak
memahami masalah dimensi ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita
memahami ruang dan waktu; tiap bangsa, tiap suku dan tiap Agama
mempunyai caranya masing-masing. Orang yang tidak menyadari akan ruang
dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Kala, yaitu
sifat-sifat buruknya sang Batara Kala. Sedangkan orang yang telah
mempunyai kesadaran tentang ruang dan waktu, dalam perwayangan
digambarkan sebagai waktu Cakra, yaitu waktunya Sang Khrisna. Orang
Jawa yang belum menyadari akan ruang dan waktu maka dia perlu diruwat,
dengan cara menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Puncak
acaranya adalah pertempuran antara Batara Kala dengan Sri Batara
Khrisna, yang kemudian dimenangkan oleh Batara Khrisna dengan senjata
Cakra nya, artinya Buruk Waktu dikalahkan oleh Baik Waktu. Itulah betapa
orang Jawa/Indonesia/bangsa Timur menganggap pentingnya kesadaran
tentang RUANG dan WAKTU. Sebetulnya, ruang dan waktu adalah hidup itu
sendiri, dengan menyadarinya maka dia akan menyadari hidupnya. Jadi
dapat dikatakan bahwa mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu(Prof. Marsigit)
Banyak pelajaran hidup yang dapat kita peroleh dari cerita-cerita
rakyat, namun saat ini makna dari cerita rakyat yang sudah mulai di
tampilkan secara menarik melalui film modern sudah menghilangkan makna
sesungguhnya dari cerita tersebut dengan lebih banyak menampilakan sisi
hiburannya.
Saya Merupakan salah satu penngemar cerita rakyat
khususnya tentang Sri Khresna yang saat ini ditampilkan dalam cerita
Mahabarata.
Begitu banyak pelajaran hidup yang ditampilkan namun
intinya ingin mengajak kita untuk selalu menjunjung tinggi kebenaran dan
berjalan selalu pada kodrat yang ditentukan, Karena apapun yang terjadi
Kebenaran akan selalu berdiri meraih kemenangan atas kejahatan.
Sabtu, 27 September 2014
SUBYEK
Kayata Narendra Kresna, Lawan risang
Batara Wisnumurti, Iku ngibarat satuhu, Loro-loroning tunggal, Tanggal
cipta sarasa sauripipun, Hyang Wisnu umpama sastra, Sri Kresna umpama
Gending.
Seperti raja Khrisna, dengan dewa Wisnu yang Agung, itu hakekatnya, dua hal yang satu adanya, menyatu dalam berbagai halnya, Wisnu ibarat sastra, Khrisna ibarat gendingnya(Prof. Marsigit)
SUBYEK dan PREDIKATNYA
Sang Pencipta sebagai Subyek dan Ciptaan sebagai Predikatnya berkewajiban menurutiNYA.
Serat Sastra Gending sebuah karya yang sangat hebat yang menunjukkan kebergantungan dari perdikat terhadap Subyeknya. Suatu bukti akan pemahaman tentang hakikat subyek dan predikat yang telah jauh sebelum kita sudah dipahami oleh bangsa kita.
Predikat memiliki kewajiban untuk mengikuti subyeknya supaya dapat bermakna. subyek dapat berdiri sendiri dan bermakna, namun tanpa subyek predikat tidak akan mengandung arti atau makna.
Seperti raja Khrisna, dengan dewa Wisnu yang Agung, itu hakekatnya, dua hal yang satu adanya, menyatu dalam berbagai halnya, Wisnu ibarat sastra, Khrisna ibarat gendingnya(Prof. Marsigit)
SUBYEK dan PREDIKATNYA
Sang Pencipta sebagai Subyek dan Ciptaan sebagai Predikatnya berkewajiban menurutiNYA.
Serat Sastra Gending sebuah karya yang sangat hebat yang menunjukkan kebergantungan dari perdikat terhadap Subyeknya. Suatu bukti akan pemahaman tentang hakikat subyek dan predikat yang telah jauh sebelum kita sudah dipahami oleh bangsa kita.
Predikat memiliki kewajiban untuk mengikuti subyeknya supaya dapat bermakna. subyek dapat berdiri sendiri dan bermakna, namun tanpa subyek predikat tidak akan mengandung arti atau makna.
Ketidakadilan
Obsesi pada satu hal menyebabkan seorang melupakan hal yang lain demi mengejar obsesinya.
Fokus pada satu tujuan menurut saya akan menyebabkan seseorang memiliki kemungkinan untuk sukses mencapai yang satu itu.
Memang benar kita itu hanyalah manusia, kita hanyalah dapat berencana namun berhasil tidaknya semuanya Tuhan yang menentukan.
Terkadang dalam perjalanan untuk mengejar obsesi, banyak kendala yang kita temui sehingga kita tidak dapat mencapainya, namun itu adalah manusiawi karena kemampuan kita memang terbatas,.
Jika pada pilihan A ternya tidak mampu kita capai maka alangkah bijaksananya jika kita lebih berpikiran terbuka dan mengejar pilihan lain yang menanti kita. Seperti peribahasa "Dunia tak selebar daun Jatih" begitu banyak pilihan yang tersedia jiak pilhan yang satu ternyata tidak mampu kita raih.
Ini juga menjadi saran dari saya untuk sahabat saya jika membaca komen saya ini, "Teman ada begitu banyak Cinta menantimu di luar sana, Jangalah kamu terpaku pada satu cinta yang tidak bisa kamu raih"
Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jikalau engkau telah menyadari betapa .....sangat sangat sangat sangat sangat ....sangat.... terbatas.... kemampuan dirimu itu, apalagi setiap hal pada dirimu selalu menghasilkan ke Tidak Adilan maka apakah lagi yang engkau banggakan dan engkau sombongkan pada dirimu itu. Tiada engkau sadari, maka engkau telah selalu berbuat dosa karenanya. Maka selalu mohon ampunlah kepada Tuhan Mu atas Ketidak Adilan yang setiap saat engkau produksi itu(Prof. Marsigit)
Fokus pada satu tujuan menurut saya akan menyebabkan seseorang memiliki kemungkinan untuk sukses mencapai yang satu itu.
Memang benar kita itu hanyalah manusia, kita hanyalah dapat berencana namun berhasil tidaknya semuanya Tuhan yang menentukan.
Terkadang dalam perjalanan untuk mengejar obsesi, banyak kendala yang kita temui sehingga kita tidak dapat mencapainya, namun itu adalah manusiawi karena kemampuan kita memang terbatas,.
Jika pada pilihan A ternya tidak mampu kita capai maka alangkah bijaksananya jika kita lebih berpikiran terbuka dan mengejar pilihan lain yang menanti kita. Seperti peribahasa "Dunia tak selebar daun Jatih" begitu banyak pilihan yang tersedia jiak pilhan yang satu ternyata tidak mampu kita raih.
Ini juga menjadi saran dari saya untuk sahabat saya jika membaca komen saya ini, "Teman ada begitu banyak Cinta menantimu di luar sana, Jangalah kamu terpaku pada satu cinta yang tidak bisa kamu raih"
Itulah manusia yang mempunyai sifat serba terbatas. Dan itulah gunanya berpikir dan menyadari. Jikalau engkau telah menyadari betapa .....sangat sangat sangat sangat sangat ....sangat.... terbatas.... kemampuan dirimu itu, apalagi setiap hal pada dirimu selalu menghasilkan ke Tidak Adilan maka apakah lagi yang engkau banggakan dan engkau sombongkan pada dirimu itu. Tiada engkau sadari, maka engkau telah selalu berbuat dosa karenanya. Maka selalu mohon ampunlah kepada Tuhan Mu atas Ketidak Adilan yang setiap saat engkau produksi itu(Prof. Marsigit)
Lenggang
Tarian lenggang. Aku sengaja menciptakan Tarian Lenggang agar bisa
menjamin kepribadianku. Maka dengan Tarian Lenggangku, aku bisa menutupi
semua kebisingan dari luar diriku. Tak peduli apakah itu saran,
nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu berdialog secara ikhlas. Sehingga
dengan demikian aku bisa membangun duniaku tanpa terkontaminasi oleh
saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu. Memangnya aku tak
mengerti semua celotehmu. DenganTarian Lenggangku aku bisa cukup hanya
mengintip saja semua saran, nasehat, tulisan, bacaan atau ajakanmu.
Dengan Tarian Lenggang aku tidak melihat manfaat inovasi itu. Tidaklah
ada hubungan antara pelatihan dengan inovasi bagi diriku. Itulah Tarian
Lenggang ku(Prof. Marsigit)
Tetaplah jadi dirimu sendiri" " Tunjukkan Jati Dirimu"
Ungkapan tersebut merupakan nasehat untuk berhenti mengikuti orang lain dan menjadi diri sendiri.
Menjadi diri sendiri bukan berarti menjadikan diri "semau gue", bukan juga berdasarkan "kemauaan orang lain" tapi, Tapi berdasarkan "kemauan TUHAN".
Menerima masukan ataupun saran dan pelajaran dari orang lain bukan berarti kita telah kehilangan jati diri dan menjadi orang lain, namun hal itu justru semakin memperbaiki jati diri kita sehingga jati diri kita yang tepat benar-benar muncul.
Jadi selalu terbuka terhadap perubahan yang lebih baik adalah suatu tindakan yang bijaksana, namun tetap menjaga identitas diri juga penting untuk dipertahankan.
Tetaplah jadi dirimu sendiri" " Tunjukkan Jati Dirimu"
Ungkapan tersebut merupakan nasehat untuk berhenti mengikuti orang lain dan menjadi diri sendiri.
Menjadi diri sendiri bukan berarti menjadikan diri "semau gue", bukan juga berdasarkan "kemauaan orang lain" tapi, Tapi berdasarkan "kemauan TUHAN".
Menerima masukan ataupun saran dan pelajaran dari orang lain bukan berarti kita telah kehilangan jati diri dan menjadi orang lain, namun hal itu justru semakin memperbaiki jati diri kita sehingga jati diri kita yang tepat benar-benar muncul.
Jadi selalu terbuka terhadap perubahan yang lebih baik adalah suatu tindakan yang bijaksana, namun tetap menjaga identitas diri juga penting untuk dipertahankan.
KUALITAS DAN KUANTITATIF
Kuantitatif: Aku buat soal obyektif. Aku hitung benarnya. Aku tak peduli keadaan
mereka. Maka jika skornya tinggi maka nilainya tinggi juga.
Kualitatif : Aku buat catatan-catatan portfolio. Aku membuat tugas. Aku sarankan mereka menggunakan komputer. Aku perkenankan mereka promosi diri. Kadang-kadang aku perlu mengobservasi dan wawancara dengannya. Menilai seseorang memang repot. Tidaklah mudah memberi predikat kepada seseorang (Prof. Marsigit)
Kualitatif dan Kuantitatif.
Antara Mutu dan Jumlah.
Sesuatu akan lebih bermakna jika berkualitas meskipun jumlahnya sedikit, dibandingkan dengan jumlah yang besar namun kualitasnya tidak ada atau kurang.
Namun memaduhkan kuantitas yang besar dengan kualitas yang tinggi akan sangat jauh lebih baik.
Demikian juga dengan cara penilaian guru di sekolah, diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswanya buka hanya dari Nilai Raport yang Tinggi namun lebih dari itu Kualitas, Kemampuan, Keterampilan, Pengetahuan dan sikap siswa Harus juga tinggi.
Itulah makna dari pendidikan yang berkualitas dengan Keluaran(Kuantitas) yang besar. Semoga Kita terus menghasilkan Karya yang berkualitas dengan jumlah yang banyak.
Kualitatif : Aku buat catatan-catatan portfolio. Aku membuat tugas. Aku sarankan mereka menggunakan komputer. Aku perkenankan mereka promosi diri. Kadang-kadang aku perlu mengobservasi dan wawancara dengannya. Menilai seseorang memang repot. Tidaklah mudah memberi predikat kepada seseorang (Prof. Marsigit)
Kualitatif dan Kuantitatif.
Antara Mutu dan Jumlah.
Sesuatu akan lebih bermakna jika berkualitas meskipun jumlahnya sedikit, dibandingkan dengan jumlah yang besar namun kualitasnya tidak ada atau kurang.
Namun memaduhkan kuantitas yang besar dengan kualitas yang tinggi akan sangat jauh lebih baik.
Demikian juga dengan cara penilaian guru di sekolah, diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswanya buka hanya dari Nilai Raport yang Tinggi namun lebih dari itu Kualitas, Kemampuan, Keterampilan, Pengetahuan dan sikap siswa Harus juga tinggi.
Itulah makna dari pendidikan yang berkualitas dengan Keluaran(Kuantitas) yang besar. Semoga Kita terus menghasilkan Karya yang berkualitas dengan jumlah yang banyak.
Teory dan Praktik
Teori pada umumnya mudah, namun prakteknya yang terkadang tidak semudah teorinya..
Kecuali MATEMATIKA Teori atau Praktek semuanya sama, Sama-sama susah maksudnya, Apalagi teori bilangan.
DAS SOLLEN dan DAS SEIN merupakan salah satu bentuk dari teori dan Praktik.
Suatu tantangan besar untuk menyatukan das sollen dan das sein. Menjadi suatu kenyataan sesuai dengan teori yang diharapkan membutuhkan konsistensi dalam implementasi teori tersebut.
Konsisten atau tekat penuh untuk menjalankan atau mempraktekkan yang diharapkan tanpa keragu-raguan maka hasilnya nanti niscaya akan tercapai sesuai dengan harapan.
Kesenjangan antara kenyataan dan harapan merupakan bagian dari hidup kita yang tidak dapat dihilangkan begitu saja tanpa adanya tekad nan kemauan yang besar untuk menjadikan harap[an menjadi kenyataan, Ya tentunya semua itu tetap harus atas Kehendak Tuhan.
Intinya berdoa dan bekerja maka jarak antara harapan dan kenyataan akan semakin dekat.
Kecuali MATEMATIKA Teori atau Praktek semuanya sama, Sama-sama susah maksudnya, Apalagi teori bilangan.
DAS SOLLEN dan DAS SEIN merupakan salah satu bentuk dari teori dan Praktik.
Suatu tantangan besar untuk menyatukan das sollen dan das sein. Menjadi suatu kenyataan sesuai dengan teori yang diharapkan membutuhkan konsistensi dalam implementasi teori tersebut.
Konsisten atau tekat penuh untuk menjalankan atau mempraktekkan yang diharapkan tanpa keragu-raguan maka hasilnya nanti niscaya akan tercapai sesuai dengan harapan.
Kesenjangan antara kenyataan dan harapan merupakan bagian dari hidup kita yang tidak dapat dihilangkan begitu saja tanpa adanya tekad nan kemauan yang besar untuk menjadikan harap[an menjadi kenyataan, Ya tentunya semua itu tetap harus atas Kehendak Tuhan.
Intinya berdoa dan bekerja maka jarak antara harapan dan kenyataan akan semakin dekat.
Jumat, 26 September 2014
Budak dan Memperbudak
Menggunakan cara mudah untuk mencapai sesuatu yang sulit merupakan hal yang tidak mudah untuk ditolak oleh manusia.
Menurut saya sebenarnya bukan orang lain yang memperbudak kita, namun kita sendirilah yang memperbudak diri kita sendiri.
Ketika kita menginginkan sesuatu yang sulit namun berharap mencapainya dengan mudah maka pada saat itulah kita memperbudak kemampuan kita, kita mengurung, kita memasung kemampuan.
Kemalasan, kesenangan, kekuasaan itulah sebenarnya yang memperbudak kita.
Jadi jalanilah hidup dengan damai maka tidak ada hal apapun yan g dapat memperbudakmu
Damai itu indah, tidak ada nafsu, tidak ada keserakahan, tidak ada dendam, maka tenanglah jiwa dan raga.
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya. Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan. Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas diganti dengan yang kabur. Dst...(Prof. Marsigit)
Menurut saya sebenarnya bukan orang lain yang memperbudak kita, namun kita sendirilah yang memperbudak diri kita sendiri.
Ketika kita menginginkan sesuatu yang sulit namun berharap mencapainya dengan mudah maka pada saat itulah kita memperbudak kemampuan kita, kita mengurung, kita memasung kemampuan.
Kemalasan, kesenangan, kekuasaan itulah sebenarnya yang memperbudak kita.
Jadi jalanilah hidup dengan damai maka tidak ada hal apapun yan g dapat memperbudakmu
Damai itu indah, tidak ada nafsu, tidak ada keserakahan, tidak ada dendam, maka tenanglah jiwa dan raga.
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya. Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan. Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas diganti dengan yang kabur. Dst...(Prof. Marsigit)
Filsafat dan Matematika
The main benefit for Mathematics and Science teachers when they learn
the philosophy of Mathematics and Science are to develop their vision
about Mathematics and Science education and all of its aspects(Prof. Marsigit)
Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini capain visi dan misi pendidikan indonesia memang masih jauh harapan.
Sampai saat ini yang lebih dominan hanyalah capaian di bidang fisik saja.
Banyak faktor yang menjadi penyebab belum tercapainya visi dan misi pendidikan di negara kita yang tercinta indonesia.
sudah banyak para ahli yang meneliti tentang faktor-faktor tersebut, namun disini saya lebih tertarik menyatakan salah satu dari sekian banyak faktor .
Menurut saya salah satu penyebabnya adalah karena setiap element yang terlibat dalam pendidikan belum bersatu pada satu visi pendidikan tersebut. Setiap element berjalan dengan visinya sendiri bahkan masih ada yang belum memahami apa visinya.
Dengan filsafat diharapkan seorang guru dapat menemukan visinya dalam pendidikan matematika, sehingga lebih maju dan memiliki arah dalam pengajaran. selalu terbuka terhadap perkembangan dan kemajuan demi perbaikan mutu pengajaran.
Demikian juga dengan siswa filsafat dapat menuntun untuk menemukan visinya dalam matematika sehingga matematika yang sulit bukan menjadi beban namun demi terwujudnya visinya kesukaran dari matematika dan IPA dihadapi dengan semangat.t
Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini capain visi dan misi pendidikan indonesia memang masih jauh harapan.
Sampai saat ini yang lebih dominan hanyalah capaian di bidang fisik saja.
Banyak faktor yang menjadi penyebab belum tercapainya visi dan misi pendidikan di negara kita yang tercinta indonesia.
sudah banyak para ahli yang meneliti tentang faktor-faktor tersebut, namun disini saya lebih tertarik menyatakan salah satu dari sekian banyak faktor .
Menurut saya salah satu penyebabnya adalah karena setiap element yang terlibat dalam pendidikan belum bersatu pada satu visi pendidikan tersebut. Setiap element berjalan dengan visinya sendiri bahkan masih ada yang belum memahami apa visinya.
Dengan filsafat diharapkan seorang guru dapat menemukan visinya dalam pendidikan matematika, sehingga lebih maju dan memiliki arah dalam pengajaran. selalu terbuka terhadap perkembangan dan kemajuan demi perbaikan mutu pengajaran.
Demikian juga dengan siswa filsafat dapat menuntun untuk menemukan visinya dalam matematika sehingga matematika yang sulit bukan menjadi beban namun demi terwujudnya visinya kesukaran dari matematika dan IPA dihadapi dengan semangat.t
Memahami Elegi
Prof Marsigit : Dalam Elegi aku juga berusaha menggunakan bahasa konstatif, maksudnya
saya berusaha menggambarkan suatu kejadian atau fakta atau fenomena
menggunakan gaya bahasaku sendiri. Dengan bahasa konstatif itu anda
dapat melakukan verifikasi atau menilai benar salahnya pernyataan saya.
Maka carilah mereka itu dalam Elegi-elegi saya. Tetapi ada juga Elegi
dimana saya bebas memilih kata-kata atau bahasa saya sesuai dengan
selera saya
Sampai saat ini saya belum memahami apa itu filsafat, namun ilmu dari filsafat tersebut berupa elegi-elegi sudah banyak saya baca.
Menurut saya filsafat bukan untuk dibaca namun untuk di pahami sebagai tuntunan dalam hidup. Banyak hal yang selama ini tidak kita sadari dan pahami namun melalui bahasa filsafat hal-hal tersebut menjadi terlihat titik terangnya.
Jadi saran saya pahamilah ilmu yang diungkapkan oleh filsafat tersebut maka anda akan tertarik membacanya. Tidak harus membaca sebanyak munkin, cukup pahami satu dulu, kalau sudah paham maka bacaan yang lain akan anda cari sendiri tanpa disuruh.
Sampai saat ini saya belum memahami apa itu filsafat, namun ilmu dari filsafat tersebut berupa elegi-elegi sudah banyak saya baca.
Menurut saya filsafat bukan untuk dibaca namun untuk di pahami sebagai tuntunan dalam hidup. Banyak hal yang selama ini tidak kita sadari dan pahami namun melalui bahasa filsafat hal-hal tersebut menjadi terlihat titik terangnya.
Jadi saran saya pahamilah ilmu yang diungkapkan oleh filsafat tersebut maka anda akan tertarik membacanya. Tidak harus membaca sebanyak munkin, cukup pahami satu dulu, kalau sudah paham maka bacaan yang lain akan anda cari sendiri tanpa disuruh.
OBYEK
Subyek dan Obyek.
Sebuah kalimat yang benar dan jelas haruslah memiliki subyek dan obyek.
Kalimat yang mengandung subyek tapi tidak ada obyeknya maka kalimat tersebut tidak akan jelas maknanya. demikian pula sebaliknya, kalimat tanpa subyek meskipun mengandung obyek kejelasan maknanya tidak ada.
Dosen ada karena memiliki mahasiswa, Penguasa ada karena rakyat mendukungnya, Seorang dikatakan kaya karena ada orang miskin sebagai pembandingya, Modern karena ada tradisonal sebagai yang dahulu.dan masi begitu banyak lagi hubungan antara subyek dan obyek.
Wahai subyekku, sungguh hebatlah engkau itu. Sungguh perkasalah engkau di situ. Sungguh digdayalah engkau di situ. Sungguh besarlah engkau di situ. Sungguh tinggilah engkau di situ. Sungguh kuasalah engkau di situ. Sungguh dominannya engkau di situ. Sungguh rapatlah engkau di situ. Sungguh solidlah engkau di situ. Sungguh tegarlah engkau di situ. Sungguh menentukanlah engkau di situ. Tetapi juga sungguh menakutkanlah engkau di situ. Janganlah engkau bergerak atau berucap. Engkau di situ terdiam saja aku sungguh takut terhadap dirimu. Aku merasa lemah di dekat dirimu. Aku merasa kecil di dekat dirimu. Aku merasa rendah di dekat dirimu. Aku merasa tertutup di dekat dirimu. Aku merasa kacau dan berantakan di dekat dirimu. Aku merada ciut nyaliku di dekat dirimu. Aku merasa tidak dapat berbuat apa-apa di dekat dirimu. Itulah kesaksianku bahwa sebenar-benar dirimu adalah determinis bagiku. Sebenar-benar dirimu adalah subyek bagi diriku. Sedangkan sebenar-benar diriku adalah obyek bagimu(Prof. Marsigit)
Dari ilustrasi tersebut saya rasa kita bisa melihat bagaimana hubungan saling melengkapi antara subyek dan obyek.
Seseorang tidak bisa mengaku sebagai mahasiswa sejati jika belum pernah belajar dari seorang dosen, atau setidaknya belum pernah melihat mana yang dimaksud dengan dosen. demikian juga jika belum pernah mengajar mahasiswa maka seseorang tidak dapat mengklaim dirinya sebagai dosen sejati.
Karena itulah menurut saya tidak perlu ada kesedihan dari para obyek, karena tanpa adanya obyek maka mereka tidak dapat berbuat apa-apa, demikian juga dengan para Subyek tidak perlu merasa penting dan berkuasa atas obyeknya, karena jika obyek tidak ada maka subyek hanyalah Hampa semata.
Kamis, 25 September 2014
Ujian Nasional
Saya termasuk dalam kelompok yang menDUKUNG Ujian Nasional.
Wah soalnya sulit. Yang ini aku belum mempelajari. Jangankan mempelajarinya, mendengan dan melihat saja aku belum pernah. Sedangkan yang telah aku baca dan pelajari kok tidak keluar dalam UN. Aku sebetulnya senang melukis, tetapi kenapa tidak ada ujian melukis?(Prof. Marsigit)
Menurut saya Kita sebagai orang dari kalangan pendidikan jangan hanya melihat UN dari perspektif ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.
Karena itulah sebelumnya saya katakan antara normatif dan formal itu harus berjalan kedua-duanya dan saling mendukung serta melengkapi.
Kalau siswa mengaku kesulitan mengerjakan soal Ujian Nasional, maka sebenarnya pertanyaan penyebab itu sebenarnya kita bisa tujukan pada dua subjek.
Yang pertama adalah pada siswa itu sendiri, Mengapa tidak bisa mengerjakan??? Apa karena tidak belajar dengan tekun selama sekolah, apa tidak belajar ketika akan ujian maka jelas penyebabnya adalah karena dirinya sendiri yang mempersulit siswa tersebut.
Atau alasan materinya belum diperoleh, berarti kesalahan ada pada penyelenggara pendidikan dan bisa juga pada penyelenggara ujian.
Kedua kita bisa bertanya pada penyelenggara pendidikan, Apakah guru, kepala sekolah dan segenap pendukung penyelenggara pendidikan sudah mempersiapkan siswa dengan tepat, sudah membekali siswa dengan ilmu yang semaksimal munkin, sudah membimbing siswa dengan tepat sehingga ketika menghadapi ujian bukan lagi menjadi hal yang perlu di kwatirkan oleh siswa karena siswa sudah siap semenjak dalam pendidikan.
Ujian Nasional merupokan salah satu alat bagi kita untuk mengukur sejauh mana kemampuaan siswa memahami dan menguasai ilmu yang telah diterapkannya.
Masalah lulus dan tidak lulus itu bukan masalah, kan masih ada ujian Paket A, B, C dan sebagainya dan hasil kelulusan lebih dominan ditentukan oleh ujian sekolah
Intinya Ujian Nasional Penting untuk dilaksanakan, Jangan terlalu banyak kebijakan atas nama kasian, Kapan Indonesia mau maju kalau di Uji saja sudah mengeluh.
Ujian Nasional OKK.
Wah soalnya sulit. Yang ini aku belum mempelajari. Jangankan mempelajarinya, mendengan dan melihat saja aku belum pernah. Sedangkan yang telah aku baca dan pelajari kok tidak keluar dalam UN. Aku sebetulnya senang melukis, tetapi kenapa tidak ada ujian melukis?(Prof. Marsigit)
Menurut saya Kita sebagai orang dari kalangan pendidikan jangan hanya melihat UN dari perspektif ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.
Karena itulah sebelumnya saya katakan antara normatif dan formal itu harus berjalan kedua-duanya dan saling mendukung serta melengkapi.
Kalau siswa mengaku kesulitan mengerjakan soal Ujian Nasional, maka sebenarnya pertanyaan penyebab itu sebenarnya kita bisa tujukan pada dua subjek.
Yang pertama adalah pada siswa itu sendiri, Mengapa tidak bisa mengerjakan??? Apa karena tidak belajar dengan tekun selama sekolah, apa tidak belajar ketika akan ujian maka jelas penyebabnya adalah karena dirinya sendiri yang mempersulit siswa tersebut.
Atau alasan materinya belum diperoleh, berarti kesalahan ada pada penyelenggara pendidikan dan bisa juga pada penyelenggara ujian.
Kedua kita bisa bertanya pada penyelenggara pendidikan, Apakah guru, kepala sekolah dan segenap pendukung penyelenggara pendidikan sudah mempersiapkan siswa dengan tepat, sudah membekali siswa dengan ilmu yang semaksimal munkin, sudah membimbing siswa dengan tepat sehingga ketika menghadapi ujian bukan lagi menjadi hal yang perlu di kwatirkan oleh siswa karena siswa sudah siap semenjak dalam pendidikan.
Ujian Nasional merupokan salah satu alat bagi kita untuk mengukur sejauh mana kemampuaan siswa memahami dan menguasai ilmu yang telah diterapkannya.
Masalah lulus dan tidak lulus itu bukan masalah, kan masih ada ujian Paket A, B, C dan sebagainya dan hasil kelulusan lebih dominan ditentukan oleh ujian sekolah
Intinya Ujian Nasional Penting untuk dilaksanakan, Jangan terlalu banyak kebijakan atas nama kasian, Kapan Indonesia mau maju kalau di Uji saja sudah mengeluh.
Ujian Nasional OKK.
FORMAL
Formal atau Normatif
Formal berarti resmi, sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku.
Normatif bermakna berpegang teguh pd norma; menurut norma atau kaidah yg berlaku
Dari kedua definisi tersebut terlihat bahwa formal dan normatif sama-sama berjalan pada garis yang ditentukan.
Formal dengan aturan resmi, sedangkan Normatif dengan aturan Norma
Menurut saya aturan formal itu sebenarnya lahir untuk mendukung aturan normatif yangt lebih dulu ada, atau bahasa lainnya memformalkan normatif.
Wahai para Normatif. Janganlah engkau mengaku sebagai normatif, jika engkau tidak mampu melihatnya. Ketahuilah, begitu selesai aku bercerita, maka selesai pulalah pertempuran itu. Lihatlah maka kita melihat disana para Formal sudah kembali ke habitatnya masing-masing. Mereka telah menyadari bahwa mereka juga memerlukan para Normatif. Mereka juga telah menyadari bahwa mereka juga tidak serta merta bisa menihilkan keberadaan Normatif. Sesungguhnya yang terjadi adalah, agar para Formal bisa menjadi Normatif, maka semua Formal yang lain harus mendukungnya. Apakah arti dari kalimatku yang terakhir itu. Itulah sebenar-benar makna ontologis. Ontologis suatu hal tidaklah bisa dipaksakan, tetapi memaksa sendiri itu adalah ontologis.(Prof Marsigit)
Jadi sebenarnya perdebatan tentang yang formal menjadi normatif ataupun yang normatif menjadi formal sebernanya tidak masalah, karena kedua-duanya memiliki nilai yang sama hanya berbeda dalam konteks resmi tidak resminya secara tertulis ataupun lisan.
Formal berarti resmi, sesuai dng peraturan yg sah; menurut adat kebiasaan yg berlaku.
Normatif bermakna berpegang teguh pd norma; menurut norma atau kaidah yg berlaku
Dari kedua definisi tersebut terlihat bahwa formal dan normatif sama-sama berjalan pada garis yang ditentukan.
Formal dengan aturan resmi, sedangkan Normatif dengan aturan Norma
Menurut saya aturan formal itu sebenarnya lahir untuk mendukung aturan normatif yangt lebih dulu ada, atau bahasa lainnya memformalkan normatif.
Wahai para Normatif. Janganlah engkau mengaku sebagai normatif, jika engkau tidak mampu melihatnya. Ketahuilah, begitu selesai aku bercerita, maka selesai pulalah pertempuran itu. Lihatlah maka kita melihat disana para Formal sudah kembali ke habitatnya masing-masing. Mereka telah menyadari bahwa mereka juga memerlukan para Normatif. Mereka juga telah menyadari bahwa mereka juga tidak serta merta bisa menihilkan keberadaan Normatif. Sesungguhnya yang terjadi adalah, agar para Formal bisa menjadi Normatif, maka semua Formal yang lain harus mendukungnya. Apakah arti dari kalimatku yang terakhir itu. Itulah sebenar-benar makna ontologis. Ontologis suatu hal tidaklah bisa dipaksakan, tetapi memaksa sendiri itu adalah ontologis.(Prof Marsigit)
Jadi sebenarnya perdebatan tentang yang formal menjadi normatif ataupun yang normatif menjadi formal sebernanya tidak masalah, karena kedua-duanya memiliki nilai yang sama hanya berbeda dalam konteks resmi tidak resminya secara tertulis ataupun lisan.
Pikiran Jernih
dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.(blog. Powermathematic.blogspot.com)
Elegi menggapai pikirin Jernih
Jernih, ketika kita mendengar kata jerni, maka yang kita pikirkan biasanya adalah AIR.
Bagaimana menemukan pikiran yang jernih?
Kita andaikan saja bahwa pikiran kita itu adalah air, apa sih syratnya supaya air itu jerni? airnya tenang, wadahnya bersih, dan tidak mendapat kotoran dari luar.
Maka begitulah kita dapat membuat hati dan pikiran kita jernih. Kita dituntut untuk tenang, pikirin kita juga harus bersih dari hal-hal yang kotor, kemudian bagaimana kemampuan kita untuk menjaga hati dan pikiran dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang dapat menggangu kejernihan hati dan pikiran kita
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.(blog. Powermathematic.blogspot.com)
Elegi menggapai pikirin Jernih
Jernih, ketika kita mendengar kata jerni, maka yang kita pikirkan biasanya adalah AIR.
Bagaimana menemukan pikiran yang jernih?
Kita andaikan saja bahwa pikiran kita itu adalah air, apa sih syratnya supaya air itu jerni? airnya tenang, wadahnya bersih, dan tidak mendapat kotoran dari luar.
Maka begitulah kita dapat membuat hati dan pikiran kita jernih. Kita dituntut untuk tenang, pikirin kita juga harus bersih dari hal-hal yang kotor, kemudian bagaimana kemampuan kita untuk menjaga hati dan pikiran dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang dapat menggangu kejernihan hati dan pikiran kita
BEDA
Para logos mempunyai kuasa untuk mengharapkan semua yang ada dan yang
mungin ada sebagai tidak berbeda. Sedangkan para kuasa akan sangat
tergoda menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan dunia ini tidak
berbeda, yaitu tidak berbeda dengan hidupnya dan kekuasaannya. Jika
engkau betul-betul melaksanakan harapanmu itu maka serta merta engkau
terancam oleh mitos-mitosmu sendiri. Sedangkan jika engkau betul-betul
melaksanakan kegiatanmu berusaha membuat tidak beda maka engkau itulah
sebenar-benar para mitos itu. Terutama hati-hatilah bagi para guru
terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak
berbeda. Jika engkau para guru mengharapkan para siswa-siswamu untuk
menjadi siswa-siswa yang tidak berbeda maka engkau terancam oleh
mitos-mitosmu. Apalagi jika engkau para guru telah melakukan usaha-usaha
atau ikhtiar-ikhtiar untuk mengusahakan agar para siswa-siswamu tidak
berbeda, maka dengan ini aku proklamasikan bahwa engkau para guru tidak
lain tidak bukan adalah mitos-mitos belaka yang siap menerkam dan
menelan bulat-bulat para siswa-siswamu sebagai korbannya.(Prof. Marsigit)
Beda itu Indah jika kita saling menghargai perbedaan itu.
Sebuah pabrik sandal yang mencetak beberapa sandal pada sebuah wadah yang sama dengan bahan yang sama nyatanya menghasilkan sandal yang memiliki perbedaan meskipun sangat kecil perbedaannya.
Demikian juga dengan manusia berasal dari Pencipta yang sama namun memiliki paras yang berbeda, karakter serta keistimewaan tersendiri.
Mengapa harus berbeda???
menurut saya karena dengan perbedaan itu maka setiap insan akan saling membutuhkan satu sama lain. setiap insan akan membutuhkan sesuatu yang berbeda dari insan yang lainnya
Seorang guru dalam menyatukan perbedaan siswanya dituntut untuk tidak menghilangkan perbedaan tersebut namun menjadikannyya sebagai kekayaan bagi semua siswa.
Beda itu Indah jika kita saling menghargai perbedaan itu.
Sebuah pabrik sandal yang mencetak beberapa sandal pada sebuah wadah yang sama dengan bahan yang sama nyatanya menghasilkan sandal yang memiliki perbedaan meskipun sangat kecil perbedaannya.
Demikian juga dengan manusia berasal dari Pencipta yang sama namun memiliki paras yang berbeda, karakter serta keistimewaan tersendiri.
Mengapa harus berbeda???
menurut saya karena dengan perbedaan itu maka setiap insan akan saling membutuhkan satu sama lain. setiap insan akan membutuhkan sesuatu yang berbeda dari insan yang lainnya
Seorang guru dalam menyatukan perbedaan siswanya dituntut untuk tidak menghilangkan perbedaan tersebut namun menjadikannyya sebagai kekayaan bagi semua siswa.
Kesempatan
Itulah sebenar-benar hakekat kesempatan, hakekat sifat dan hakekat
kuasa. Sifat-sifat dari orang berkuasa adalah lain pula sifatnya dengan
sifat-sifat orang yang tidak atau kurang berkuasa. Jikalau muridmu
bicara dan kamu mendengarkan, maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi
sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan kepadanya.
Jikalau muridmu bertanya dan engkau menjawab, maka itu bukanlah muridmu
sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan
kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu berinisiatif dan engkau menunggu,
maka itu bukanlah muridmu sedang menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau
sedang memberikan kesempatan kepadanya. Jikalau muridmu melakukan
kegiatan sementara engkau menontonnya, maka itu bukanlah muridmu sedang
menutupi sifatmu, tetapi itulah engkau sedang memberikan kesempatan
kepadanya. Demikian seterusnya. Jadi sifat memberi kesempatan dan sifat
menutup sifat, adalah berbeda-beda sifatnya sesuai domisilinya, apakah
dalam orang yang berkuasa atau dalam orang yang dikuasai. Ituykah
usahamu menggapai kesempatan.(Prof. Marsigit)
Kesempatan selalu ada dalam hidup, namun kesempatan itu memberikan kita waktu yang terbatas untuk mengambilnya.
Ketika kita membiarkan kesempatan menunggu kita begitu lama, maka kesempatan itu akan beralaih dari kita dan mencari para pencari kesempatan yang lain yang memang betul-betul ingin meraihnya.
Seorang guru saat ini senantiasa dituntut untuk memberikan kesempatan kepada muridnya untuk berkembang ndan mengembangkan bakatnya.
Namun seperti yang diungkapkan semula bahwa kesempatan itu gak akan menunggu lama, ketika siswa diberi kesempatan maka gunakanlah kesempatan itu sebelum giuru mengambilnya kembali.
Jadi intinya kita memberi kesempatan namun yang diberi harus berusaha untuk meraihnya.
Kesempatan selalu ada dalam hidup, namun kesempatan itu memberikan kita waktu yang terbatas untuk mengambilnya.
Ketika kita membiarkan kesempatan menunggu kita begitu lama, maka kesempatan itu akan beralaih dari kita dan mencari para pencari kesempatan yang lain yang memang betul-betul ingin meraihnya.
Seorang guru saat ini senantiasa dituntut untuk memberikan kesempatan kepada muridnya untuk berkembang ndan mengembangkan bakatnya.
Namun seperti yang diungkapkan semula bahwa kesempatan itu gak akan menunggu lama, ketika siswa diberi kesempatan maka gunakanlah kesempatan itu sebelum giuru mengambilnya kembali.
Jadi intinya kita memberi kesempatan namun yang diberi harus berusaha untuk meraihnya.
BIASA DAN TIDAK BIASA
Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur,
disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah
melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah :
berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa,
maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut(Prof. Marsigit)
Ketika diberi pilihan menjadi orang biasa-biasa aja atau menjadi orang tidak biasa maka pilihan saya adalah menjadi orang yang tidak biasa.
Disini saya memahami biasa dan tidak biasa buka dalam arti baik dan buruk.
Ketika kita menjadi orang biasa-biasa aja seperti orang lain pada umumnya memang terkadang tidak membutuhkan kerja keras untuk menjadi biasa itu, namun jika kita ingin menampilkan diri kita yang tidak biasa maka kita juga dituntut untuk berusaha yang tidak biasa-biasa aja.
Ketika diberi pilihan menjadi orang biasa-biasa aja atau menjadi orang tidak biasa maka pilihan saya adalah menjadi orang yang tidak biasa.
Disini saya memahami biasa dan tidak biasa buka dalam arti baik dan buruk.
Ketika kita menjadi orang biasa-biasa aja seperti orang lain pada umumnya memang terkadang tidak membutuhkan kerja keras untuk menjadi biasa itu, namun jika kita ingin menampilkan diri kita yang tidak biasa maka kita juga dituntut untuk berusaha yang tidak biasa-biasa aja.
BUKAN BENAR BUKAN SALAH
aku adalah persepsi. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah
membuat persepsi yang benar atau persepsi yang salah. Padahal aku
sekedar persepsi. Menurutku persepsiku itu tidaklah dapat dikatakan
sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku
termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin
berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha
mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau
dengan persepsi-persepsiku, karena persepsiku itu sesungguhnya bukanlah
tentang persepsi benar dan bukanlah tentang persepsi salah(Prof. Marsigit)
Bukan benar dan bukan salah, trus apa dong?????
Itulah pertanyaan yang muncul ketika membaca judul dari elegi ini, ketika kita mengatakan itu bukan benar maka seharusnya pikiran kita mengarah ke yang lain yaitu salah.
Dalam kehidupan semua hal bisa menjadi benar bisa juga menjadi salah tergantung bagaimana cara kita memahaminya.
tapi sebenar-benarnya yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah.
Ketika sesuatu yang kita anggap benar namun tidak yakin maka itu memang bukanlah benar karena kita sendiri menyalahkannya.
Jadi berpegang teguhlah pada pendirian, yakinlah pada kata hati, niscaya kita akan tahu mana yang benar dan mana yang salah
Bukan benar dan bukan salah, trus apa dong?????
Itulah pertanyaan yang muncul ketika membaca judul dari elegi ini, ketika kita mengatakan itu bukan benar maka seharusnya pikiran kita mengarah ke yang lain yaitu salah.
Dalam kehidupan semua hal bisa menjadi benar bisa juga menjadi salah tergantung bagaimana cara kita memahaminya.
tapi sebenar-benarnya yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah.
Ketika sesuatu yang kita anggap benar namun tidak yakin maka itu memang bukanlah benar karena kita sendiri menyalahkannya.
Jadi berpegang teguhlah pada pendirian, yakinlah pada kata hati, niscaya kita akan tahu mana yang benar dan mana yang salah
HARMONI
Elegi menggapai harmoni
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya(Prof. Marsigit)
Setiap orang mengharapkan dirinya mencapai harmoni.
harmoni merupakan pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.
Harmoni akan memberikan ketenangan dalam hidup kita.
Namun untuk mencapai harmoni maka kita sendiri harus berusaha untuk menciptakan kerserasian antara sikap, pikiran, aksi, hati dan kehendak kita.
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.
Jadi intinya berada pada kita kembali bagaiman kerelahan hati, pikiran, perasaan, sikap dan perbuatan kita bisa berjalan dengan selaras.
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya(Prof. Marsigit)
Setiap orang mengharapkan dirinya mencapai harmoni.
harmoni merupakan pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.
Harmoni akan memberikan ketenangan dalam hidup kita.
Namun untuk mencapai harmoni maka kita sendiri harus berusaha untuk menciptakan kerserasian antara sikap, pikiran, aksi, hati dan kehendak kita.
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.
Jadi intinya berada pada kita kembali bagaiman kerelahan hati, pikiran, perasaan, sikap dan perbuatan kita bisa berjalan dengan selaras.
Rabu, 24 September 2014
MEWUJUDKAN TAKDIR
Titik : Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi
bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang
dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam
Semesta bisa menjadi masa depanku
Garis : Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depank(Prof. Marsigit)
Merasionalkan Takdir
Takdir dapat dibentuk dari awal melalui langkah awal dan usaha tak henti.
Berbicara tentang takdir ada sebuah ungkapan lucu "jodohku di Tangan Tuhan, Karena itu aku takut Mengambilnya(dari TanganNYA)". Ada berbagai pandangan mengenai Takdir.
Menurut saya Takdir semua orang itu baik dan indah. trus mengapa ada orang yang menjadi kaya, miskin, koruptor, dermawan, penjahat????.. sebenarnya tidak ada takdir menjadi yang buruk, hanya saja dalam menjalani hidupnya seseorang terkadang salah mengambil langkah sehingga tersesat dan tidak sampai pada takdirnya yang sesungguh, ataupun dia sudah berjalan di langkah yang sudah benar namun dia kurang berusaha lebih keras lagi sehingga belum sampai juga pada takdirnya..
Garis : Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depank(Prof. Marsigit)
Merasionalkan Takdir
Takdir dapat dibentuk dari awal melalui langkah awal dan usaha tak henti.
Berbicara tentang takdir ada sebuah ungkapan lucu "jodohku di Tangan Tuhan, Karena itu aku takut Mengambilnya(dari TanganNYA)". Ada berbagai pandangan mengenai Takdir.
Menurut saya Takdir semua orang itu baik dan indah. trus mengapa ada orang yang menjadi kaya, miskin, koruptor, dermawan, penjahat????.. sebenarnya tidak ada takdir menjadi yang buruk, hanya saja dalam menjalani hidupnya seseorang terkadang salah mengambil langkah sehingga tersesat dan tidak sampai pada takdirnya yang sesungguh, ataupun dia sudah berjalan di langkah yang sudah benar namun dia kurang berusaha lebih keras lagi sehingga belum sampai juga pada takdirnya..
Fungsi F(X)=1
Filsafat memperlihatkan bagaimana memahami ilmu Spritual dengan gaya Matematis.....
Satu kesatuan dengan dengan Pembagian FUNGSI DAN MAMFAAT MASING-MASING yang dijalankan untuk saling mendukung demi mencapai SATU tujuan.
Tujuan ini akan Tercapai jika setiap element dengan penuh tanggung jawab menjalankan tupoksi masing-masing.
Demikian juga dengan kita, menggunakan kemampuan masing-masing yang berbeda saling melengkapi untuk satu TUJUAN BERSAMA...
Satu kesatuan dengan dengan Pembagian FUNGSI DAN MAMFAAT MASING-MASING yang dijalankan untuk saling mendukung demi mencapai SATU tujuan.
Tujuan ini akan Tercapai jika setiap element dengan penuh tanggung jawab menjalankan tupoksi masing-masing.
Demikian juga dengan kita, menggunakan kemampuan masing-masing yang berbeda saling melengkapi untuk satu TUJUAN BERSAMA...
PONDAMEN
Pondamen.
Dasar atau hakikat tidaklah bisa ditunjukkan secara gamblang. Mahluk hidup memiliki pemahaman tersendiri mengenai dasar dari dirinya tergantung sejauh mana dia memahami dirinya sendiri.
Jika saya ditanya mengenai dasar dari diri saya maka jujur saja saya belum bisa memberikan jawaban yang tepat. Dalam pemahaman saya saat ini dasar dari diri saya adalah Hidup saya.
Sekarang tergantung bagaimana kita memaknai hidup itu supaya bisa menjadi dasar yang bermakna dan teguh.
Foundationalisme dalam matematika adalah filsafat matematika yang membangun sistem matematika berdasar pondamen. Pondamen matematika dapat berupa geometri, himpunan, pengukuran , atau statistika. Maka sebagian besar filsafat matematika adalah foundationalisme. Sedangkan yang tidak termasuk foundationalisme biasanya bersifat intuitionisme. Maka kaum intuitionisme berusaha membangun matematika dengan tidak menentukan dasar apapun kecuali menggunakan intuisi untuk merefleksikan matematikanya.
Foundationalisme adalah filsafat sedangkan foundamentalis adalah sosiologi, psikologi atau politik(Prof Marsigit)
Dasar atau hakikat tidaklah bisa ditunjukkan secara gamblang. Mahluk hidup memiliki pemahaman tersendiri mengenai dasar dari dirinya tergantung sejauh mana dia memahami dirinya sendiri.
Jika saya ditanya mengenai dasar dari diri saya maka jujur saja saya belum bisa memberikan jawaban yang tepat. Dalam pemahaman saya saat ini dasar dari diri saya adalah Hidup saya.
Sekarang tergantung bagaimana kita memaknai hidup itu supaya bisa menjadi dasar yang bermakna dan teguh.
Foundationalisme dalam matematika adalah filsafat matematika yang membangun sistem matematika berdasar pondamen. Pondamen matematika dapat berupa geometri, himpunan, pengukuran , atau statistika. Maka sebagian besar filsafat matematika adalah foundationalisme. Sedangkan yang tidak termasuk foundationalisme biasanya bersifat intuitionisme. Maka kaum intuitionisme berusaha membangun matematika dengan tidak menentukan dasar apapun kecuali menggunakan intuisi untuk merefleksikan matematikanya.
Foundationalisme adalah filsafat sedangkan foundamentalis adalah sosiologi, psikologi atau politik(Prof Marsigit)
BIJAK
Elegi Menggapai Bijak
Bijak atau tidaknya seseorang tidak bisa di tentukan oleh orang itu sendiri namun merupakan penilaiaan dari orang lain. Seseorang yang mampu menampilkan diri dengan memperhatikan ruang dan waktu akan memberikan kesan yang bijak dari orang lain.
Bijak umumnnya lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam setiap hal atau kesempatan tertentu. Terkadang ketika kita merasa telah bijak namun karena tidak memperhatikan di mana ruang kita dan waktu kita maka terkadang kebijakan kita itu justru tidak bijak bagi orang lain..
Jadi kesimpulannya bijak adalah penilaian dari orang lain mengenai penempatan diri kita pada setiap waktu dan tempat.
Bijak atau tidaknya seseorang tidak bisa di tentukan oleh orang itu sendiri namun merupakan penilaiaan dari orang lain. Seseorang yang mampu menampilkan diri dengan memperhatikan ruang dan waktu akan memberikan kesan yang bijak dari orang lain.
Bijak umumnnya lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam setiap hal atau kesempatan tertentu. Terkadang ketika kita merasa telah bijak namun karena tidak memperhatikan di mana ruang kita dan waktu kita maka terkadang kebijakan kita itu justru tidak bijak bagi orang lain..
Jadi kesimpulannya bijak adalah penilaian dari orang lain mengenai penempatan diri kita pada setiap waktu dan tempat.
Pemberontakan Para Logos
Hati menjadi penentu dalam kita memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupan kita.
Hati setiap orang berbeda-beda, ada yang penuh kelemahlembutan, ada yang tegar namun percayalah sebenarnya hati kita semua manusia itu sama-sama memiliki kasih yang begitu besar.
Hanya terkadang ada yang begitu mudah mengikuti hati, ada yang penuh pertimbangan, dan ada pula yang begitu keras pada hatinya...
Banyak hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh pikirin,,, namun janganlah kita memaksakan pikiran untuk memahami sesuatu yang diluar kemampuan daya pikir kita, pasrakanlah semua itu pada hati kita untuk memutuskannya karena hati selalu benar, hanya kesombongan, keragu-raguan dan mitoslah yang menyebabkan kita terkadang bertentangan dengan hati yang penuh dengan kebenaran.
Jadi intinya masalah percaya dan tidak percaya dengan mengikuti HATI,,, maka semua akan benar
Hati setiap orang berbeda-beda, ada yang penuh kelemahlembutan, ada yang tegar namun percayalah sebenarnya hati kita semua manusia itu sama-sama memiliki kasih yang begitu besar.
Hanya terkadang ada yang begitu mudah mengikuti hati, ada yang penuh pertimbangan, dan ada pula yang begitu keras pada hatinya...
Banyak hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh pikirin,,, namun janganlah kita memaksakan pikiran untuk memahami sesuatu yang diluar kemampuan daya pikir kita, pasrakanlah semua itu pada hati kita untuk memutuskannya karena hati selalu benar, hanya kesombongan, keragu-raguan dan mitoslah yang menyebabkan kita terkadang bertentangan dengan hati yang penuh dengan kebenaran.
Jadi intinya masalah percaya dan tidak percaya dengan mengikuti HATI,,, maka semua akan benar
Rumah Paradoks
Paradoks adalah suatu adalah sebuah pernyataan yang betul atau
sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah
situasi yang berlawanan dengan intuisi.
Kita terkadang lebih banyak memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.
Menurut saya elegi menggapai paradoks menjelaskan kepada kita bagaimana memahami sesuatu dengan cara mengambil kesimpulan secara benar yang tidak menimbulkan konflik atau kontradiksi.
Kita terkadang lebih banyak memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.
Menurut saya elegi menggapai paradoks menjelaskan kepada kita bagaimana memahami sesuatu dengan cara mengambil kesimpulan secara benar yang tidak menimbulkan konflik atau kontradiksi.
A Priori dan A Postiori
Pengambilan keputusan.
Disini saya lebih tertarik mengenai pengetahuaan a priori dan pengetahuan a postiori.
Disini saya lebih memfokuskan pada matematika, Misalnya Ketika siswa akan mempelajari rumus luas persegi.ketika sang anak mengetahui rumus dari luas persegi dengan cara mendapatkan atau mendengar langsung dari guru akan berbeda rasanya ketika sang anak melihat persegi dulu, kemudian sang anak mulai mencari bagaimana rumus untuk mencari luas persegi tersebut.
Jadi kesimpulannya melihat kemudian memahami akan lebih membuat kita lama mengingatnya dibandingkat kalau kita memahaminya dulu dalam bayangan ruang dan waktu kemudian melihatnya untuk pembuktian..
Disini saya lebih tertarik mengenai pengetahuaan a priori dan pengetahuan a postiori.
Disini saya lebih memfokuskan pada matematika, Misalnya Ketika siswa akan mempelajari rumus luas persegi.ketika sang anak mengetahui rumus dari luas persegi dengan cara mendapatkan atau mendengar langsung dari guru akan berbeda rasanya ketika sang anak melihat persegi dulu, kemudian sang anak mulai mencari bagaimana rumus untuk mencari luas persegi tersebut.
Jadi kesimpulannya melihat kemudian memahami akan lebih membuat kita lama mengingatnya dibandingkat kalau kita memahaminya dulu dalam bayangan ruang dan waktu kemudian melihatnya untuk pembuktian..
Jumat, 19 September 2014
guru
Tugas seorang guru itu ternyata sangat-sangat berat. Pahlawan tanpa tanda jasa, Mencerdaskan bangsa dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa henti, tanpa lelah..
Memang Para guru selalu dituntut bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan PRESTASI siswa melalui pengembangan metode-metode pembelajaran terbaru.
Menurut saya tidaklah benar juga kalau Kita selalu menjadikan guru sebagai PUSAT kesalahan dari ketidakberhasilan para siswanya.
menurut saya pemerintah harus mengakomodir atau lebih memberi ruang lagi bagi PELATIHAN-PELATIHAN pengembangan metode pembelajaran yang terbaru untuk dapat diaplikasikan disekolah-sekolah.
Terus bekarya untuk para GURU.
Memang Para guru selalu dituntut bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan PRESTASI siswa melalui pengembangan metode-metode pembelajaran terbaru.
Menurut saya tidaklah benar juga kalau Kita selalu menjadikan guru sebagai PUSAT kesalahan dari ketidakberhasilan para siswanya.
menurut saya pemerintah harus mengakomodir atau lebih memberi ruang lagi bagi PELATIHAN-PELATIHAN pengembangan metode pembelajaran yang terbaru untuk dapat diaplikasikan disekolah-sekolah.
Terus bekarya untuk para GURU.
EPISTEMOLOGI MATEMATIKA
Pengetahuan bisa kita peroleh melalui berbagai cara, bisa melalui pengalaman, melalui akal budi kita, atau pengetahuan itu datang dengan seketika, ataupun pengetahuan diperoleh dari berbagai pemikiran.
Matematika selalu menekankan Pembuktian dari setiap teorema yang yang ada untuk membuktikan kebenaran dari pengetahuan itu sendiri.
Namun tidak semua pengetahuan didunia ini harus kita buktikan secara matematis karena ada berbagai pengetahuan yang menuntut kita untuk lebih IKLAS menerima tanpa ngotot untuk pembuktian kebenarannya.
Jadi menurut saya pengetahuan matematika sangat penting, bisa menjadi pembuktian untuk berbagai pengetahuan lainnya, namun jangan dipaksakan pada sesuatu yang diluar KEMAMPUAN matematika itu sendiri.
Ya misalnya saja ketika kita menonton Pertandingan sepak bola, semisal ketika Mancerted United Kalah 4-0 dari MK Dons.. secara matematis ya MU akan menang namun ada berbagai hal yang diluar kemampuan matematis untuk berbagai pengetahuan lainnya.
Matematika selalu menekankan Pembuktian dari setiap teorema yang yang ada untuk membuktikan kebenaran dari pengetahuan itu sendiri.
Namun tidak semua pengetahuan didunia ini harus kita buktikan secara matematis karena ada berbagai pengetahuan yang menuntut kita untuk lebih IKLAS menerima tanpa ngotot untuk pembuktian kebenarannya.
Jadi menurut saya pengetahuan matematika sangat penting, bisa menjadi pembuktian untuk berbagai pengetahuan lainnya, namun jangan dipaksakan pada sesuatu yang diluar KEMAMPUAN matematika itu sendiri.
Ya misalnya saja ketika kita menonton Pertandingan sepak bola, semisal ketika Mancerted United Kalah 4-0 dari MK Dons.. secara matematis ya MU akan menang namun ada berbagai hal yang diluar kemampuan matematis untuk berbagai pengetahuan lainnya.
LAB dan MAP Untuk pembelajaran matematika
Untuk mencapai keekfitifan dari pemelajaran diperlukan metode pembelajaran yang terbaik sesuai dengan kondisi dan masalah siswa. LAB dan MAP merupakan salah satu dari begitu banyak metode yang dapat digunakan.
Menurut saya sukses tidaknya suatu pendidikan bergantung pada banyak faktor-faktor.
LAB dan MAP memang bagus namun kita harus melihat juga kesiapan untuk menggunakan metode tersebut
Menurut kita pun harus mulai mengembangakan metode terbaru yang bisa kita digunakan untuk lebih memajukan dunia pendidikan khususnya di bidang matematika sehingga kita bisa terus berkembang
Menurut saya sukses tidaknya suatu pendidikan bergantung pada banyak faktor-faktor.
LAB dan MAP memang bagus namun kita harus melihat juga kesiapan untuk menggunakan metode tersebut
Menurut kita pun harus mulai mengembangakan metode terbaru yang bisa kita digunakan untuk lebih memajukan dunia pendidikan khususnya di bidang matematika sehingga kita bisa terus berkembang
Memilih
Markus Palobo (14709251041) PMAT B
Ketika Pemilihan Umum KPU gencar menyebarkanan kampanye damai "Masyarakat PilIhlah calon Pemimpin kalian dengan HATI NURANI" jangan terpancing oleh Money Politik.
Pertanyaanya sekarang ketika para pemimpin yang yang diberi kesempatan untuk memilih?? Maukah para pemimpin itu memilih keputusan berdasarkan HATI NURANI.
Kalau mereka tidak bisa mengambil keputusan dengan hati nurani, maka pertanyaan dibalik kepada DIRI KITA SENDIRI?? "BETUL GAK KITA SUDAH MEMILIH PEMIMPIN DENGAN HATI NURANI?????' atau dulu kita juga sudah korupsi duluan uang kampanye mereka???
Ketika Pemilihan Umum KPU gencar menyebarkanan kampanye damai "Masyarakat PilIhlah calon Pemimpin kalian dengan HATI NURANI" jangan terpancing oleh Money Politik.
Pertanyaanya sekarang ketika para pemimpin yang yang diberi kesempatan untuk memilih?? Maukah para pemimpin itu memilih keputusan berdasarkan HATI NURANI.
Kalau mereka tidak bisa mengambil keputusan dengan hati nurani, maka pertanyaan dibalik kepada DIRI KITA SENDIRI?? "BETUL GAK KITA SUDAH MEMILIH PEMIMPIN DENGAN HATI NURANI?????' atau dulu kita juga sudah korupsi duluan uang kampanye mereka???
Pemimpin bijak
Manusia.............. Lain dimulut lain di hati.
Benar ungkapan masyarakat bahwa pemimpin itu hanya bisa memberi janji manis, namun tidak pernah ditepati, mungkin karena saking manisnya sehingga para pemimpin enggang memberikannya pada masyarakat.
Di Indonesia saat ini Pemimpin akan berteriak lantang ketika Korupsi yang terjadi tidak menguntungkan diri atau kelompoknya, namun ketika korupsi itu berhubungan dengan dirinya, maka dengan entengnya mereka menyatakan itu sebagai kebenaran atas dasar demi KEPENTINGAN MASYARAKAT(maksudnya masyarat partainya).
YAAA Mari berharap dan berdoa semoga Pemimpin yang baru gak usah ikut-ikutan teriak
"KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI" tapi cukup diam-diam aja berantas korupsi dari AKAR-akarnya.
INDONESIA JAYA TANPA KKN.
FORZA KPK
Benar ungkapan masyarakat bahwa pemimpin itu hanya bisa memberi janji manis, namun tidak pernah ditepati, mungkin karena saking manisnya sehingga para pemimpin enggang memberikannya pada masyarakat.
Di Indonesia saat ini Pemimpin akan berteriak lantang ketika Korupsi yang terjadi tidak menguntungkan diri atau kelompoknya, namun ketika korupsi itu berhubungan dengan dirinya, maka dengan entengnya mereka menyatakan itu sebagai kebenaran atas dasar demi KEPENTINGAN MASYARAKAT(maksudnya masyarat partainya).
YAAA Mari berharap dan berdoa semoga Pemimpin yang baru gak usah ikut-ikutan teriak
"KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI" tapi cukup diam-diam aja berantas korupsi dari AKAR-akarnya.
INDONESIA JAYA TANPA KKN.
FORZA KPK
TUKANG CUKUR
Markus Palobo (14709251041) PMAT B
Tukang cukur,,, Pelajaran yang saya peroleh dari elegi ini tentang sifat kita yang terkadang hanya mau menolong orang lain jika orang tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan itu.
Orang yang sudah mandiri tetap membutuhkan pertolongan orang lain dalam berbagai hal meskipun dia bisa melakukan hal itu sendiri.
Jadi bisa melakukan sesuatu sendiri bukan berarti orang tersebut terbebas dari kebutuhan akan kehadiran orang lain,, namun tetap membutuhkan bantuan dari orang lain.
Elegi menggapai paradoks tukang cukur
Tukang cukur,,, Pelajaran yang saya peroleh dari elegi ini tentang sifat kita yang terkadang hanya mau menolong orang lain jika orang tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan itu.
Orang yang sudah mandiri tetap membutuhkan pertolongan orang lain dalam berbagai hal meskipun dia bisa melakukan hal itu sendiri.
Jadi bisa melakukan sesuatu sendiri bukan berarti orang tersebut terbebas dari kebutuhan akan kehadiran orang lain,, namun tetap membutuhkan bantuan dari orang lain.
Elegi menggapai paradoks tukang cukur
HATI
Markus Palobo (14709251041) PMAT B
Hati menjadi penentu dalam kita memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupan kita.
Hati setiap orang berbeda-beda, ada yang penuh kelemahlembutan, ada yang tegar namun percayalah sebenarnya hati kita semua manusia itu sama-sama memiliki kasih yang begitu besar.
Hanya terkadang ada yang begitu mudah mengikuti hati, ada yang penuh pertimbangan, dan ada pula yang begitu keras pada hatinya...
Banyak hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh pikirin,,, namun janganlah kita memaksakan pikiran untuk memahami sesuatu yang diluar kemampuan daya pikir kita, pasrakanlah semua itu pada hati kita untuk memutuskannya karena hati selalu benar, hanya kesombongan, keragu-raguan dan mitoslah yang menyebabkan kita terkadang bertentangan dengan hati yang penuh dengan kebenaran.
Jadi intinya masalah percaya dan tidak percaya dengan mengikuti HATI,,, maka semua akan benar
Hati menjadi penentu dalam kita memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupan kita.
Hati setiap orang berbeda-beda, ada yang penuh kelemahlembutan, ada yang tegar namun percayalah sebenarnya hati kita semua manusia itu sama-sama memiliki kasih yang begitu besar.
Hanya terkadang ada yang begitu mudah mengikuti hati, ada yang penuh pertimbangan, dan ada pula yang begitu keras pada hatinya...
Banyak hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh pikirin,,, namun janganlah kita memaksakan pikiran untuk memahami sesuatu yang diluar kemampuan daya pikir kita, pasrakanlah semua itu pada hati kita untuk memutuskannya karena hati selalu benar, hanya kesombongan, keragu-raguan dan mitoslah yang menyebabkan kita terkadang bertentangan dengan hati yang penuh dengan kebenaran.
Jadi intinya masalah percaya dan tidak percaya dengan mengikuti HATI,,, maka semua akan benar
Langganan:
Komentar (Atom)