Kamis, 30 Oktober 2014

Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Konvensional

Menurut Endah Poerwati & Sofan Amri (2013 :63-65) terdapat perbedaan antara pendekatan kontekstual dengan pendekatan konvensional yang dijabarkan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 1. Perbedaan pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Konvensional
No
Pendekatan CTL
Pendekatan Tradisional
1
Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
Siswa adalah penerima informasi secara pasif
2
Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi
Siswa belajar secara individual
3
Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau yang disimulasikan
Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis
4
Perilaku dibangun atas dasar kesadaran driri
Perilaku ibangun atas dasar kesadaran diri.
5
Keterampilan dikembangkan atas dasar  pemahaman.
Keterampilan atas dasar latihan
6
Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri.
Hadiah untuk perilaku baik adalah pujian (angka) rapor
7
Seseorang tidak melakukan hal yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan.
Seorang tidak melakukan hal yang jellek karena dia takut hukuman
8
Bahasa diajarkan dengan dengan pendekatan komunikasi, yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata.
Bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural; rumusan diterangkan sampai paham kemudian dilatihkan
9
Pemahaman siswa dikembangkan atas dasar yang sudah ada dalam siswa
Pemahaman ada diluar siswa yang harus diterangkan, diterima dan dihafal
10
Siswa menggunakan kemampuan berfikir kritis terlibat dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif, ikut bertanggup jawab atas terjadi terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan membawa pemahaman masing-masing dalam proses
Siswa secara pasif menerima rumusan atau pemahaman (membaca, mendengarkan, mencatat, menghafal) tanpa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran.
11
Pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Manusia diciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya.
Pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta, konsep, atau hukum yang berada diluar diri manusia.
12
Karena ilmu pengetahuan itu dikembangkan oleh manusia sendiri, sementara manusia selalu mengalami peristiwa baru maka pengetahuan itu selalu berkembang
Bersifat absolut dan final
13
Siswa diminta bertanggung jawab memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing
Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran
14
Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan
Pembelajaran tidak memperhatikan pengalaman siswa.
15
Hasil belajar diukur dengan berbagai cara ; proses, bekerja, hasil karya, penampilan, rekaman, tes dll.
Hasil belajar hanya diukur dengan hasil tes.
16
Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting.
Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas.
17
Penyesalan adalah hukuman dari perilaku jelek.
Sanksi adalah hukuman dari perilaku jelek.
18
Perilaku baik berdasar motivasi intrinsik
Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik
19
Berbasis pada siswa
Berbasis pada siswa.
20
Seseorang berperilaku baik  karena iya yakin itulah yang bermamfaat.
Seseorang berperilaku baik karena dia terbiasa melakukan itu. Kebiasaan itu dibangun dengan hadiah yang menyenangkan.


Rabu, 29 Oktober 2014

Tanya-Jawab Tentang Filsafat



Pertanyaan dari Markus Palobo

  1.  Siapakah Powernow itu? 
  2.   Apa filsafat bagi anda?
  3.  Apa thesismu?
  4.   Mengapa ada cinta?
  5.   Apa batasan antara cinta dan benci?

Jawaban menurut Siti Nafsul Muthmainnah

  1.   Powernow adalah orang yang berkuasa atau memegang kendali atas diri kita yang mempunyai kemampuan lebih dibanding kita.  Powernow bisa berarti diri kita sendiri (dalam hal ini pikiran atau hati), bisa juga berarti orang lain yang mengendalikan diri kita. Saat pikiran menjadi powernow kita maka kita harus berhati-hati, karena perlu ada penyeimbang. Akan tetapi jika hati menjadi powernow kita maka ketenangan akan kita dapat. 
  2.    Filsafat adalah cara manusia mengolah pikiran dan realitas atau kenyataan untuk menemukan jalan hidup yang lebih bijaksana dan bernilai lebih tinggi dan mulia dibanding pola pikir dan rasa yang dilalui manusia tanpa filsafat.  Descartes menyatakan “aku berpikir maka aku ada” menurut saya  belum sampai pada realitas tertinggi. Hakikat manusia bukan sekedar untuk menjadi ada, atau merasakan kesadaran adanya aku, tapi ada yang lebih tinggi lagi dari itu, yaitu aku ada jika aku bernilai (manfaat). Itu berarti filsafat adalah jalan untuk menemukan kesadaran juga menjadikan manusia lebih berarti bagi kehidupan. Seseorang yang tidak menemukan makna hidupnya untuk orang kehidupan ia akan merasa tidak ada, terasing dari hidup, walaupun secara langsung ia sudah berpikir.
  3.  Tidak ada kebencian didunia ini, yang ada hanya cinta
  4.   Cinta ada karena ada “sentuhan”. Seseorang yang tak pernah bersentuhan pada objek lain maka ia tak mungkin bisa muncul cinta. Sentuhan di sini maknanya luas, baik bersentuhan lewat kata, media sosial, tatapan mata, maupun hubungan pertemanan lebih lanjut. Manusia bisa saja mereka-reka hatinya untuk mencintai sesuatu hal yang tidak nyata, namun tanpa adanya sentuhan antar dua objek, maka hal itu hanya akan sulit tercipta cinta. Jawaban lagi mengapa ada cinta, Karena ada yang bertanya dan ada yang memberi nama Cinta pada salah satu bentuk emosi. Manusia yang belum mengenal bahasa ia tak akan menyebut kondisi dari sebuah emosi  itu dengan cinta. Hidup adalah Cinta. Bila tak ada cinta maka berarti tidak ada kehidupan. kehidupan berkembang dan menuju pada kesempurnaan maka cinta lahir atas dasar karena diciptakan secara seimbang. Hakikat manusia adalah mencari bahagia. Kebahagiaan adalah memiliki cinta pada dirinya. 
  5.   Batas antara cinta dan benci adalah peduli. Menunjukkan kebencian adalah salah satu dari bentuk cinta. Menunjukkan kemarahan adalah salah satu bentuk cinta.  Sedangkan cinta yang dikecewakan akan menimbulkan kebencian. Begitu juga dengan kemarahan akan membawa kebencian.
    Cinta dan benci layaknya 2 sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dan hanya ada batas tipis diantara keduanya. Jika batas itu dihilangkan maka tak akan lagi ada cinta dan benci. Saat tidak ada peduli maka kita tidak akan mencintai, begitu juga saat tidak ada peduli maka kita tidak akan pernah membenci.
    Kita simulasikan peduli ditiadakan. Kita lewat disuatu tempat yang sangat indah kita memperdulikannya, maka tidak aka nada rasa cinta kita pada tempat tersebut. Begitu juga saat kita lewat disuatu tempat kumuh dan kotor yang tidak kita perdulikan, maka tidak aka nada rasa benci dalam diri kita.
Jawaban menurut saya :

  1. Powernow merupakan sesuatu yang memiliki kekuatan dan pengetahuan yang sangat tinggi. Powernow dapat berupa indivudu , suatu kelompok masyarakat, ataupun suatu organisasi tertentu. Powernow tersebut senantiasa menunjukkan kekuatannya terhadap orang lain atau kelompok lain untuk memberikan pengaruh. Pengaruh dari powernow inilah yang saat ini menguasai semua sektor-sektor kehidupan manusia.
  2. Bagi saya filsafat adalah pemahaman tentang yang ada dan yang mungkin ada. filsafat memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang idealisme dan realisme. Filsafat memberikan kita pemahaman tentang sesuatu yang ada dan juga bagaimana kita memahami keterbatasan diri kita pada hal-hal yang mungkin ada.
  3. Hidup adalah cinta.
  4. Cinta ada karena manusia memiliki hati. Setiap manusia lahir didunia ini karena cinta, atau dengan kata lain karena manusia ada maka cinta pun ada. setiap manusia pastilah memiliki cinta dalam dirinya meskipun terkadang tidak ditunjukkan secara langsung dalam tindakan atau sikap nyatanya. Namun sesungguhnya cinta sejati itu adalah haruslah diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurut saya cinta itu adalah kerelahan untuk berkorban demi sesama, bahkan mengorbankan segala kepentingan, kesenangan dan nyawa sendiri bagi orang lain merupakan cinta yang terbesar.
  5. Batasan antara cinta dan benci adalah pikiran. Benci hanya ada dalam pikiran manusia saja namun yang sebenarnya dalam hati manusia tidaklah ada rasa benci yang ada hanyalah cinta saja. Pikiran dan ego manusia menjadi penghalang dari dari terbentuknya cinta.




 Pertanyaan Siti Nafsul Muthmainnah, S.Pd.Si. : 
  1.  Apa makna hidup?
  2.  Apa makna berjuang?
  3.  Apa hubungan hidup dengan berjuang?
  4. Hidup untuk berjuang atau berjuang untuk hidup? 
  5. Apa perjuangan hidup terbesar anda? 
Jawaban menurut Markus Palobo:
  1.    Hidup adalah anugerah dari Allah. Hidup menjadi bermakna apabila kita bermamfaat bagi orang lain. Ketika hidup kita tidak bermamfaat bagi sesama maka sebenar-benarnya kita sudah mati. Jadi makna hidup adalah seberapa besar diri kita bisa bermamfaat bagi sesama.
  2.   Berjuang adalah kemauan dan usaha untuk menggapai makna hidup.  Berjuang merupakan ada dan mungkin ada. berjuang ada ketika kita sudah berhasil memberikan mafaat dari diri kita kepada sesama, namun mungkin ada ketika kita baru berencana atau baru berusaha untuk bermamfaat bagi sesama.
  3.    Hubungan antara hidup dan berjuang, yakni hidup akan tetap ada selama kita berjuang, dan selama kita berjuang maka kita akan hidup. Hidup kita akan menjadi ada selama kita tetap berjuang untuk menggapai makna hidup dari kita. Ketika kita berhenti untuk berjuang maka sebenar-benarnya pada saat itu hidup kita tidak ada.
  4. Menurut saya yang benar adalah hidup untuk berjuang.  Menjadi bermamfaat bagi sesama merupakan suatu perjuangan yang harus kita lakukan dan usahakan secara terus menerus selama kita masih bernafas di Dunia ini. Hidup kita terlihat dari perjuangan kita.
  5.      Perjuangan hidup terbesar saya adalah membuat hidup saya bermamfaat dengan sebesar-besarnya bagi orang lain. Selama saya masih ada maka saya akan berusaha dan berjuang dengan sepenuh hati untuk menjadi orang yang bermamfaat bagi sesama, yang dapat saya wujudkan dalam pekerjaan saya kelak.

Jawaban oleh Siti Nafsul Muthmainnah:

1. Hidup adalah menerima anugerah yang paling besar dari Allah SWT yaitu berupa tanggung jawab kita sebagai pemimpin.
2. Perjuangan adalah berusaha mempertanggungjawabkan kepemimpinan yang kita genggam hingga dengan memaksimalkan semua usaha kemudian bertawakal.
3. Hubungan antara hidup dan perjuangan. Hidup adalah suatu hak asasi dan perjuangan adalah suatu kewajiban asasi. Jangan pernah menuntut hak asasi selama kita belum melaksanakan kewajiban asasi kepada ciptaan yang lain.
4. Hidup ada karena untuk berjuang. Karena jika kita sudah bisa berjuang maka secara otomatis kita sudah hidup.
5. Perjuangan hidup terbesar saya adalah bahwa saya harus bisa meyakinkan diri saya bahwa saya bisa memegang amanah sebagai seorang pemimpin dan mempertanggungjawabkannya.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting

Matematika sebagai ilmu eksak atau ilmu pasti dengan beragam rumus dan perhitungan yang kompleks menyebabkan sebagian besar orang menganggap matematika sulit dan kurang digemari.
ada berbagai metode pembelajaran atau strategi pembelajaran yang sangat cocok untuk pemeblajaran matematika seperti pembelajaran contextual teaching and Learning dimana siswa dibawah kepada kehidupan sehari-hari unruk dihubungkan dengan pemebalajaran matematika sehingga pemebalajaran menjadi menarik dan bermakna bagi siswa.

Selain itu penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika juga sangat menarik karena siswa bisa secara langsung menerapkan materi yang dipelajari melalui alat peraga tersebut. Strategi pembelajaran kooperatif seperti STAD ataupun TAI menurut saya juga sangatlah bagus untuk dikembangkan dikelas matematika dimana kegiatan pembelajaran dalam kelompok yang menyenangkan sehingga menarik dan tidak membosankan bagi siswa.

Dalam pembelajaran matematika guru juga harus bisa memberikan penjelasan mengenai mamfaat dari materi matematika yang bisa dimamfaatkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kegunaan dari mempelajari integral adalah dapat diterapkan untuk mengukur luas dan volume benda, baik itu benda dengan sisi lurus ataupun benda dengan sisi lengkung dan sebagainya.

Dengan mengetahui mamfaat dari matematika tersebut maka siswa akan menjadi tertarik dengan matematika dan merasakan pentingnya matematika untuk dipelajari.


Pengaruh banyaknya tugas terhadap psikologis siswa

Metode pemberian tugas merupakan salah satu metode yang banyak digunakan oleh guru sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika.
metode seperti ini cukup efektif untuk melatih kemampuan menyelesaikan soal matematika siswa serta meningkatkan keaktifan siswa baik disekolah maupun di rumah.

Berkaitan dengan masalah psikologis, menurut saya pemberian tugas yang banyak kepada siswa khususnya siswa anak sekolah dasar pastilah akan membebani mental dan fisik dari siswa. apalagi pada umur tersebut siswa juga masih harus melakukan aktifitas lain selain belajar yakni bekerja ataupun bermain.

Dengan tugas yang begitu banyak tersebut akan menyebabkan stress bagi siswa dan hal ini sangat tidak bagus bagi perkembangan psikologis siswa. namun menurut saya hal ini dapat diatasi dengan keterlibatan orang tua untuk secara aktif membimbing anaknya dalam belajar dirumah.
selain itu guru juga seharusnya mengatur tugas yang diberikan kepada siswa sehingga tidak terlalau memberatkan siswa, dan dapat juga tugas-tugas tersebut diatur dalam kelompok belajar sehingga ada interaksi antara siswa dan secara langsung dapat meringankan beban siswa.

Pentingnya Perencanaan Dalam Pembelajaran

Persiapan merupakan bagian yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah atau dunia pendidikan. dengan adanya persiapan yang matang maka proses pemeblajaran akan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan sehingga yang tujuan yang ingin dicapai dari pembelajran tersebut dapat tercapai secara maksimal.
namun terkadang guru tidak melakukan perencanaan pembelajaran sebelum melakukan proses belajar mengajar, meskipun tidak semua guru seperti itu. hal ini mengakibatkan hasil dan metode pengajaran yang ingin diterapkan oleh guru tidak maksimal karena seolah-olah guru melakukan pengajaran dengan seadanya. akibat dari ini selain guru monoton dalam pembelajaran, efektivitas dan efisiensi pembelajaran kurang dari yang seharusnya.

karena itu diharapkan adanya kesadaran dari guru untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum melaksanakan PMB sehingga standar kompetensi dan kompetensi dasar dari materi yang hendak dipelajari dapat tercapai. selain itu melalui RPP juga guru dapat merancang tahap-tahap pembelajaran yang akan dilaksanakan sehingga waktu menjadi efisien dan pembelajaran berjalan efektiv. dalam RPP juga guru dapat merancang metode pembelajaran apa yang akan digunakan disesuaikan dengan karakteristik siswa serta disesuaikan dengan materi yang dipelajari.

Mamfaat Berfilsafat

Terinsfirasi oleh  Perkuliahan Filsafat Ilmu dari Prof. Marsigit, M.A. hari kamis 16 oktober 2014

Harmoni ruang dan waktu. Sifat memiliki dimensi yang ada dan  yang mungkin ada. kita sendiri tidak dapat menyebutkan semua sifat kita sendiri. Sifat kita dari satu sampai infinitif. Apalah daya pikiranmu untuk mengungkapkan semua yang kita ketahui. Semua yang kita pikirkan dapat kita refleksikan  bagi semua yang ada dan yang mungkin ada, hubungan dunia satu dengan dunia yang lain. Semua yang kita pikirkan dapat kita refleksikan namun dengan memperhatikan ruang dan waktunya.

Spritual indonesia adalah ketuhanan yang maha esa. Indonesia menempatkan konsep spritual pada tingkatan paling atas seperti pada sila nomor satu pancasila. Kita dapat menempatkan komponen-komponen filsafat  kita sesuai dengan filsafat kita.

Filsafat berbeda dengan fsikologi. Fsikologi merupakan filsafat dengan perlakuaanya atau aksinya. Manusia hidup dibekali dengan potensi vatal dan potensi vital. Potensi Vatal adalah mengikuti suratan takdirnya dan mengikuti ikhtiarnya. Membaca  takdir merupakan urusan dunia tergantung takdirnya. Seseorang tidak bisa merubah takdirnya sesuai dengan keinginannya, karena semuanya merupakan wadahnya. Filsafat penting untuk mengetahui semua yang ada dan yang mungkin ada.  Manusia merupakan mahluk sempurna ciptaan Tuhan dalam ketidaksempurnaannya. Manusia memiliki kemampuan seri buka paralel sehingga tidak mampu untuk mengungkapkan semua yang ada dan mungkin tidak ada. keterbatasan dari manusia merupakan anugerah sehingga manusia dapat menikmati hidupnya dalam ketidaksempurnaan tersebut. Hidup itu berdimensi, memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung ruang dan waktu.

Pikiran yang kacau merupakan bentuk atau tanda bahwa pikiran kita berfungsi, namun janganlah membiarkan hatimu kacau karena hati yang kacau merupakan bentuk godaan setan. Intensifkan pikiran anda dengan maksimal dan stop menggunakan pikiran anda. Prinsisp, dalil-dalil, teorema merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat intuisi, dan dapat diterapkan dalam kehidupan . membaca elegi dan memberikan tanggapan merupakan bentuk memperoleh ilmu pengetahuan filsafat. Subyek merupaka dewa dari predikat, subyek merupakan dewa dari sifatnya. Diri kita yang sekarang merupakan dewa dari kita yang lalu, dan diri kita yang akan datang merupakan dewa dari diri kita dimasa yang akan datang.

Ikhlas merupakan ranah hati. Sehebat-hebatnya pikiran tidak akan bisa mengetahui renung hati.  Keikhlasan bukanlah sesuatu yang bisa kita pikirkan namun berhubungan dengan hati.
Pikiran dan hati yang bersih diperoleh dengan sesuai dengan kodratnya dan sesuai dengan takdirnya. Kemudian mengetahui prinsipnya yaitu sehebat-hebatnya pikiran tidak akan lebih hebat dari hati. Ilmu yang ada di pikiran berhubungan dengan dunia, sedangkan ilmu spritual ada dalam hati. Pekerjaan merupakan tesis, sintesis dan antitesis. Tesis adalah setiap yang ada dan yang mingkin ada. diri kita adalah tesis, dan orang lain merupakan antitesis dan hubungan antara tesis dan antitesis merupakan sintesis. Memberikan pernyataan tanpa penjelasan merupakan sifat otoriter. Filsafat merupakan belajar menjelaskan karena filsafat adalah penjelasan itu sendiri. Dalam pikiran niat untuk melakukan sintesis,  sesuai dengan ruang dan waktunya, kemudian ruang dan waktunya dibatasi oleh etik dan estetika dalam kerangka hatinya. Dalam hati dibingkai damai dibingkai dengan doa, tidak mungkin manusia mencapai jernih tanpa pertolongan Tuhan.

Teologi bilangan adalah Esa yakni Tuhan. Sosial matematika adalah hubungan antara orang. Apa yang dipikirkan merupakan subyektif karena setiap pikiran orang berbeda, jika sama maka disebut pikiran obyektif. Untuk membuktikan bahwa pikiran obyektif benar maka perlu diuji untuk direfisi jika masih merupakan pikiran subyektif.

Bertanya bukan masalah sifat yang baik atau sifat yang tidak baik. Seseorang dikenal dari pemikirannya. Baik atau buruknya berhubungan dengan etik dan estetika yang terikat oleh ruang  dan waktu.  Belajar filsafat untuk membuat kita bisa mengerti ruang dan waktu dengan berusaha mengetahui yang ada dan yang mungkin ada.

Dunia isomorfis dengan pikiran. Pikiran antara orang yang satu dengan pikiran orang lain saling isomorfis. Tak terhingga banyak hal didunia ini yang  tidak ada dalam pikiran kita.


Jumat, 24 Oktober 2014

Problem Pendidikan Matematika Di Sekolah Dasar


Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa sekolah dasar? Siswa sekolah dasar memiliki kepribadian yang masih labil sehingga sangat penting membentuk atau mengasah kepribadian siswa pada usia tersebut . Matematika merupakan ilmu yang membentuk sikap kritis, kreatif dan penalaran yang kuat.Sehingga menurut saya sangatlah penting mengajarkan matematika bagi siswa sekolah dasar untuk membentuk kepribadian mereka menjadi individu yang kritis, kreatif dan memiliki daya nalar yang kuat.Dengan kepribadian seperti tersebut maka diharapkan kelak siswa tersebut dapat berkembang dengan baik untuk tingkatan pendidikan selanjutnya sehingga dapat bersaing di dunia kerja.
Bagaimana pandangan kita tentang prestasi matematika di Sekolah Dasar? Prestasi putra-putri indonesia di dunia dalam bidang matematika dan sains untuk saat ini sudah mendunia, dan bisa dibuktikan dengan selalu ikut berpartisipasinya putra-putri terbaik indonesia dalam olimpiade matematika dan sains, dan lumayan selalu berhasil mendapatkan medali emas.Untuk saat ini siswa sekolah dasar juga sudah mulai berpartisipasi dalam even-even internasional di bidang matematika namun belum semengkilat tingkatan sekolah lanjutan atas ataupun perguruan tinggi.Untuk itu perlu usaha yang lebih keras lagi untuk meningkatkan prestasi matematika siswa sekolah dasar, namun menurut saya matematika di sekolah dasar hanyalah pada pemahaman konsep terlebih dahulu bukanlah pada prestasi.
Apakah pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral. Matematika memiliki prinsip kepastian dan ketetapan. Dalam matematika menekankan pada kepastian dari ilmu yang dipelajari, dimana semua yang dipelajari dapat dibuktikan dengan jelas sehingga tidak ada keragu-raguan pada setiap materi matematika. Matematika juga bersifat tetap pada setiap materi yang terkandung didalamnya, untuk ruang yang berbeda dan waktu yang berbeda konsep matematika tersebut tetap sama.Dari konsep matematika yang pasti dan tetap tersebut menurut saya dapat menjadi pesan moral bagi siswa bagaimana membentuk diri menjadi pribadi yang disiplin, jujur dan berpendirian kuat. Sikap seperti ini menurut saya sangat bagus bagi seorang siswa sekolah dasar bagi perkembangan moralnya
Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika. Dalam pembelajaran matematika ada berbagai masalah yang dapat diselesaikan dengan berbagai cara yang berbeda namun menghasilkan penyelesaian yang sama dan benar menurut hasilnya. Sekarang ini begitu banyak bermunculan buku-buku yang menyajikan trik atau cara mudah dan cepat untuk menyelesaikan persoalan matematika. Selain itu juga saat ini lembaga-lembaga bimbingan menewarkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dengan cara-cara cepat dalam membahas persoalan matematika. Hala ini menyebabkan munculnya tuntutan dari siswa supaya disekolah metode seperti ini juga dilaksanakan untuk membuat pemeblajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain itu para guru juga berusaha untuk ikut menggunakan trik seperti ini agar lebih mempermudah dalam mengajarkan pemeblajaran dikelas.Menurut saya menanggapai fenomena tersebut sebaiknya lebih cerdik menanggapinya, sebaiknya dalam pembelajaran matematika tetap menggunakan metode yang biasa untuk memperdalam materi, kemudian bisa ditambahkan menggunakan cara-cara cepat setelah siswanya sudah bisa dan memahami metode yang biasa.
Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di sekolah dasar metode penemuan sebagai prosedur pembelajaran yang mempunyai tekanan siswa berlatih cakap mencapai tujuan dan siswa aktif mengadakan percobaan atau penemuan sendiri sebelum membuat kesimpulan dari yang dipelajari. Dengan demikian, materi yang akan dipelajari siswa tidak disajikan dalam bentuk final. Siswa harus melakukan aktivitas mental yang mungkin melibatkan aktivitas fisik dalam upaya memperoleh pemahaman pada materi tertentu. Selama proses penemuan, siswa memanipulasi, membuat struktur, dan mentransfer informasi sehingga menemukan informasi baru yang berupa konjekture, hipotesis, atau kebenaran matematika.Siswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan karena dapat menyebabkan frustasi bagi siswa dan juga pemeblajaran menjadi tidak efisien dalam hal waktu karena dibutuhkan waktu yang lama untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan.
Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar metematika dengan baikKhususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking) Mengembangkan kemampuan matematika siswa bukanlah hal yang sederhana. Pertama siswa harus memiliki kemauan untuk belajar matematika terlebih dahulu, kemudian memberikan motivasi mengenai pentingnya matematika bagi siswa.Kemampuan matematika siswa dapat dikembangkan dengan memberikan latihan yang rutin bagi siswa untuk menyelesaikan soal-soal matematika sehingga siswa terbiasa yang secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika siswa.
Apa sebenarnya hakekat matematika yang dipelajari di sekolah dasar Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologimodern yang mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikirmanusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa inidilandasi oleh perkembangan matematika khususnya di bidang teori bilangan, aljabar,analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologidi masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Untuk itu diperlukanpemahaman yang mendasar tentang fungsi dan tujuan pembelajaran matematika khususnyadi Sekolah Dasar yang akan mendasari perkembangan pemahaman anak terhadap matematikaselanjutnya.Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) mata pelajaran Matematikaperlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar. Hal ini dimaksudkanuntuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis,dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didikdapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untukbertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selain itudimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalampemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol,tabel, diagram, dan media lain. Hal senada juga disampaikan oleh Muijs & Reynolds (2008)bahwa matematika merupakan “kendaraan” utama untuk mengembangkan kemampuanberpikir logis dan ketrampilan kognitif yang lebih tinggi pada anak-anak.Menurut Badan Standart Nasional Pendidikan (2006) menyatakan bahwa tujuanpembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) adalah untuk:a) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep danmengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalampemecahan masalahb) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalammembuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataanmatematikac) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang modelmatematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperolehd) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untukmemperjelas keadaan atau masalah.e) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasaingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet danpercaya diri dalam pemecahan masalah.Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI akan membahas materiyang meliputi aspek-aspek tentang; bilangan, geometri dan pengukuran, pengolahan data.Untuk Standart Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
Bagaimana memfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika di sekolah dasar. Karakter, latar belakang dan pengetahuan setiap siswa pastilah berbeda, dan karena perbedaan inilah makanya pembelajaran bisa menjadi lebih hidup dan menarik. Dalam menghadapi berbagai latar belakang siswa yang berbeda sudah menjadi keharusan bagi guru untuk lebih pekah dalam menghargai berbagai keberagaman tersebut dengan berusaha mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa. Diharapkan guru dapat menjamin keadilan dan saling menghargai keberagaman yang ada.Selain itu setiap siswa pastilah memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang cepat dalam memahami materi, ada yang lambat serta ada pula yang sedang. Dalam manghadafi hal semacam ini guru hendaknya mampu mengakomodir setiap kemampuan tersebut dengan tidak merugikan salah satu pihak. Misalnya dengan mengembangkan masyarakat belajar sehingga bisa terjadi transfer ilmu dari siswa yang memilki kemampuan bagus kepada siswa yang kemampuannya kurang.
Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit. Matematika merupakan ilmu abstrak sehingga memerlukan ketelitian dalam pembelajarannya. Bagi sebagian orang matematika itu menjadi mata pelajaran yang menjadi momok menakutkan karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan penuh dengan perhitungan dan rumus-rumus. Bagi siswa sekolah dasar kesulitan dalam melakukan perhitungan menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang dirasakan paling sulit. Untuk menghadapi persepsi tersebut menurut saya guru harus berusaha membelajarkan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Dalam pembelajaran alangkah bagusnya kalau dimulai dari materi yang sangat mudah sehingga menarik perhatian siswa. Setelah siswa sudah terbiasa dengan materi yang mudah siswa akan mulai merasakan bahwa matematika itu mudah, barulah setelah itu perlahan perlahan guru memberikan persoalan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di sekolah dasar misalnya tentang pembelajaran pecahan. Secara garis besar PMRI atau RME adalah suatu teori pembelajaran yang telah dikembangkan khusus untuk matematika. Konsep matematika realistik ini sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar.Materi pecahan merupakan salah satu materi di sekolah dasar yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam pemecahan masalahnya. Siswa sulit dalam memahami bentuk dari pecahan. Sehingga dengan menggunakan PMRI guru dapat membawa siswa pada masalh kehidupan sehari hari yang berkaitan dengan pecahan sehingga makna dari pecahan dapat dipahami oleh siswa. Selain itu guru juga dapat menyajikan pecahan dengan membentuk alat peraga sehingga siswa bisa langsung melihat bagaiman konsep dari pecahan tersebut. Dengan pendekatan PMRI ini diharapkan siswa dapat memahami konsep pecahan.
Kreativitas apa saja yang diperlukan siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika. Kreativitas merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu kreativitas yang diperlukan oleh siswa sekolah dasar adalah perhitungan dengan menggunakan berbagai metode. Matematika sekolah dasar umumnya lebih banyak menyangkut masalah perhitungan sehingga siswa harus memiliki kemampuan dalam perhitungan ini untuk menunjang pemahaman pada materi-materi yang lain yang tentu saja membutuhkan perhitungan.
Apa perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni. Matematika merupakan ilmu pasti sehingga digunakan dimanapun dan waktu kapanpun tetap sama baik konsep maupun penerapannya.Menurut saya perbedaan mendasar yang membedakan antara matematika sekolah dengan matematika murni terletak pada pemamfaatannya. Matematika sekolah lebih menekankan matematika yang bisa secara langsung dipahami oleh siswa pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sehingga kurang memperhatikan pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang dimaksud berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di sekolah dasar Dalam matematika, kata logis erat kaitannya dengan penggunaan aturan logika.Poedjawijatna (1992) mengatakan bahwa orang yang berpikir logis akan taat pada aturan logika. Logika berasal dari kata Yunani Logos, yang berarti ucapan, kata, dan pengertian. Logika sering juga disebut penalaran. Dalam logika dibutuhkan aturan-aturan atau patokan-patokan yang harus diperhatikan untuk dapat berpikir dengan tepat, teliti, dan teratur sehingga diperoleh suatu kebenaran. Dengan demikian berpikir logis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan berpikir untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu . membelajarkan matematika bagi siswa di sekolah dasar menurut saya merupakan cara yang tepat untuk mengajarkan siswa cara berpikir logis. Semakin mendalam siswa mempelajari matematika maka siswa tersebut akan semakin kuat kemampuan berpikir logisnya.
Bagaimana perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di luar negeri dan di Indonesia. Banyak problema dan ketidakpuasan diseputar persoalan pendidikan , tetapi sebagai bangsa yang besar dan sudah tua mereka sangat berpengalaman dalam memberikan respon yang cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi. Karakter ini sudah menjadi budaya diluar negeri yang perlu kita pelajari untuk kita ambil manfaat.Menurut saya perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di indonesia jika dibandingkan diluar negeri terletak pada materi yang dipelajari dan fasilitas penunjang pemeblajaran matematika.Diluar negeri materi matematika yang dipelajari sudah setingkat diatas materi yang dipelajari siswa sekolah dasar di indonesia. Demikian juga dengan fasilitas penunjang untuk memperlancar pembelajaran matematika, diluar negeri khususnya di negara maju fasiltas penunjang sudah lengkap sehingga dapat mempercepat pemahaman dari siswa sekolah dasar, dibandingkan di Indonesia yang masih terbatas.
Apa benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Matematika sebagai ilmu yang menekankan pada kreativitas merupakan salah satu bentuk seni dari matematika. Dalam matematika mengajarkan kepada siswa bagaimana melatih kreativitas dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu maka dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar guru juga diharapkan kreatif sehingga siswanya juga bisa menjadi lebih kreatif. Menerapkan berbagai jenis metode pengajaran dalam pembelajaran matematika sehingga menarik perhatian siswa seperti sebuah karya seni.
Apakah taksonomi bloom relevan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, jika relevan maka jelaskanlah Taksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarkhi klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. Istilah ini kemudi an digunakan oleh Benjamin Samuel Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan yang melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam proses pembelajarantujuan pendidikan ini oleh Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah Kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, danketerampilan berpikir. Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, minat, motivasi, dan sikap. Sedangkan ranah Psikomotorik berisi perilaku yang menekankan fungsi manipulatif dan keterampilan motorik / kemampuan fisik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan), (2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraian atau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian).Dari penjelasan diatas maka menurut saya relevan untuk menerapkan taksonomi bloom pada pembelajaran matematika siswa sekolah dasar. Karena matematika juga memerlukan ketiga aspek yang menjadi tujuan dari taksonomi bloom yakni kognitif, afektif dan psikomotorik yang jika ketiga aspek ini dapat dikembangkan pada siswa sekolah dasar maka akan sangat membantu siswa

Contextual Teaching and Learning (CTL)

1)      Pengertian Contextual Teaching and Learning
Elaine B. Johnson (Riwayat,2018) mengatakan pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Lebih lanjut, Elaine mengatakan bahwa pembelajaran kontekstual adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otakyang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa.
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.
 CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat(Nurhadi, 2002). Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.
2)      Prinsip-prinsip Contextual Teaching and Learning
Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning), yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.
Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment)
     Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Kerjasama. 2. Saling menunjang. 3. Menyenangkan, tidak membosankan. 4. Belajar dengan bergairah. 5. Pembelajaran terintegrasi. 6. Menggunakan berbagai sumber. 7. Siswa aktif. 8. Sharing dengan teman. 9. Siswa kritis guru kreatif. 10. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain. 11. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain. Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya
     Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya.
     Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65), yang dapat di uraikan sebagai berikut:
a)      Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik, ilmu pengetahuan alam. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.
b)      Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa.
c)      Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri, merupakan pembelajaran yang aktif, mandiri, melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri, memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri.
d)     Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi.
e)      Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian, ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu.
f)       Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi, sikap, minat, tanggung jawab, disiplin, motif berprestasi, dsb. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor, dan mentor. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.
g)      Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal, mencapai keunggulan (excellent). Tiap siswa bisa mencapai keunggulan, asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya.
h)      Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar, penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari

3)      Langkah-Langkah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut:
a)      Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
b)      Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
c)      Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
d)     Ciptakan masyarakat belajar.
e)      Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
f)       Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
g)      Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara
Contoh Langkah-langkah pembelajaran CTL yang terkandung dalam RPP sebagai :
a)      Pendahuluan
o   Guru menunjukkan sikap hangat dan antusias seperti mengucapkan salam dan mengabsen kehadiran siswa.
o   Guru memberikan motivasi dan rasa ingin tahu siswa dengan memberikan pertannyaan yaitu: kemarin kalian telah mempelajari berbagai macam jenis-jenis segitiga dan contoh bentuk segitiga dalam kehidupan sehari-hari, coba sekarang sebutkan contohnya!
o   Guru memperhatikan minat siswa dengan mendengarkan jawaban-jawaban siswa.
o   Guru mengemukakan tujuan dan indikator yang harus dicapai oleh siswa.
o    Guru membagi siswa dalam kelas menjadi 5 kelompok.
b)      Kegiatan inti
 Guru menerapkan tujuh komponen pendekatan kontekstual tersebut dalam LKS:
o   Konstruktivisme
ü  Guru memberikan permasalahan pada siswa misalnya dengan ilustrasi berikut: “Sebuah taman berbentuk segitiga akan diberi pembatas disekeliling taman 11 segitiga itu dengan menggunakan tali. Jika panjang sisi – sisitaman itu adalah 10m, 15m, dan 13m, berapa panjang tali yang diperlukan?”
ü  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasangagasan mereka terlebih dahulu.
o   Pemodelan
Guru membagikan alat peraga yaitu segitiga kepada masing-masing kelompok.
o   Inkuiri (Menemukan)
ü  Guru menyuruh siswa untuk mengambil kertas karton yang sudah terdapat gambar segitiga dimeja guru.
ü  Guru menyuruh siswa menyiapkan penggaris, jarum pentul, dan benang.
ü  Guru menyuruh siswa mengukur masing- masing panjang sisi segitiga yang terdapat pada kertas karton.
ü  Guru menyuruh siswa mentancapkan jarum pada setiap sudut-sudutnya.
ü  Guru menyuruh siswa melingkarkan benang pada jarum sehingga membentuk segitiga yang sama dengan segitiga pada kertas karton.Guru menyuruh siswa mengukur panjang benang yang mengelilingi segitiga tersebut.
ü  Guru menyuruh siswa menuliskan hasilnya di kolom yang tersedia.
o   Bertanya
ü  Guru menjelaskan kembali dan memantapkan konsep yang sedang dipelajari bahwa keliling segitiga adalah jumlah panjang ketiga sisi segitiga.
ü  Guru bertanya kepada siswa misalnya keliling segitiga adalah jumlah sisi-sisi segitiga. Benarkah pernyataan tersebut? 12
o   Masyarakat belajar
 Guru menyuruh siswa untuk mengerjakan soal di LKS secara berdiskusi dengan kelompoknya misalnya misalnya diketahhui sebuah segitiga sama sisi mempunyai keliling 99 cm. Hitunglah panjang sisi segitiga tersebut!
o   Refleksi
Guru membimbing siswa membuat rangkuman dari kegiatan yang telah dipelajari misalnya lengkapilah kalimat dibawah ini: keliling segitiga adalah jumlah dari….
o   Penilaian yang sebenarnya
ü  Guru menyuruh siswa untuk mengumpulkan LKS.
ü  Guru mencocokan jawaban siswa secara bersama-sama.
c)      Penutup
o   Guru membimbing dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencatat rangkuman materi.
o   Guru memberikan PR yang diambil dari buku ajar.
o   Guru menutup pelajaran.

4)      Kelebihan dan Kekurangan Contextual Teaching and Learning
Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Kontekstual (CTL),keunggulan dari pembelajaran Kontekstual adalah:
a)      Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sihingga tidak akan mudah dilupakan.
b)      Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Melalui landasan filosofis konstruktivisme siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal”.
c)      Kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.
d)     Kelas dalam pembelajaran Kontekstual bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka di lapangan
e)      Materi pelajaran dapat ditemukan sendiri oleh siswa, bukan hasil pemberian dari guru.
f)       Penerapan pembelajaran Kontekstual dapat menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna
Sedangkan kelemahan dari pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:
a)      Diperlukan waktu yang cukup lama saat proses pembelajaran Kontekstual berlangsung.
b)      Jika guru tidak dapat mengendalikan kelas maka dapat menciptakan situasi kelas yang kurang kondusif.
c)      Guru lebih intensif dalam membimbing. Karena dalam m CTL, guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ”penguasa” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide–ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi–strategi mereka sendiri untuk belajar. Namun dalam konteks ini tentunya guru memerlukan perhatian dan bimbingan yang ekstra terhadap siswa agar tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diterapkan semula.